INFO SAWIT, BALI - Menteri Agraria Sofyan Jalil, mengungkapkan rencana kementeriannya akan memperbaiki pelayanan perijinan dan tata ruang wilayah dan provinsi. Menurut Sofyan, keberadaan perkebunan kelapa sawit, sangat membutuhkan Legalitas Lahan untuk berkebun. Sebab itu, maka keberadaan perkebunan kelapa sawit akan memberikan sumbangsih besar bagi ekonomi.
Perijinan Legalitas bakalan dipersingkat sehingga dapat diterima dalam waktu sekitar 90 hari. Kedepannya akan diusahakan lebih singkat lagi. Sehingga Legalitas Lahan dapat membantu usaha perkebunan milik perusahaan dan petani lebih maju dan meraih kemajuan bersama.
Butuh juga dukungan semua pihak untuk melaksanakan ISPO, guna menjadikan perkebunan kelapa sawit sebagai usaha berkelanjutan. ISPO juga didukung sektor pembiayaan untuk berushaa perkebunan kelapa sawit. Banyak sasaran perbaikan yang diperlukan seperti pembiayaan replanting bagi petani kecil. Hingga saat ini, program pemerintah untuk meningkatkan produktivitas petani kecil supaya tercapai kesejahteraan yang lebih baik lagi.
Proses perbaikan pengelolaan perkebunan kelapa sawit yrua dilakukan sebagai upaya perbaikan berkelanjutan. “Saya minta dalam waktu kurang waktu dari 6 bulan, ada 25 ribu hektar lahan petani akan bisa tersertifikasi ISPO,” kata Sofyan kepada Info SAWIT, Kami (24/11).
Program biodiesel hingga 2020, terus mendapat peningkatan serapan biodiesel. Sebagai arsitek penggunaan biodiesel, ada dana subsidi internal yang dikelola BPDP KS, sehingga tidak aka menimbulkan fluktuasi harga yang terlalu tinggi. (T1)









