INFO SAWIT, NUSA DUA - Ketua Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati) mendukung pertumbuhan industri kelapa sawit Indonesia menyusul kebutuhan dunia terhadap minyak nabati terus meningkat. Sepanjang industri kelapa sawit dikelola dengan menerapkan nilai-nilai ramah lingkungan.
“Kami tidak melawan industri kelapa sawit sama sekali, yang kami tolak adalah kerusakan-kerusakan lingkungan. Jadi kalau pada praktiknya industri menerapkan nilai-nillai ramah lingkungan, maka untuk apa kami menolak?” kata MS Sembiring, ketua Kehati, pada panel diskusi pada IPOC 2016, dalam siaran rsmi yang diterima Info SAWIT, Kamis (24/11).
Justru, kata Sembiring, industri kelapa sawit ini harus didukung karena berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat mengingat terdapat sekitar 42 juta orang yang terlibat di dalam industri ini.
Sementara itu menurut Deputi bidang koordinasi Pangan dan Pertanian Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Musdalifah Machmud, industri kelapa sawit memberikan kontribusi terbaik terhadap pertumbuhan GDP, sekalipun dibandingkan dengan industry minyak dan gas. Karena itu hal yang terpenting adalah membawa kelapa sawit focus pada tata kelola perkebunan yang ramah lingkungan. (T1)










