INFO SAWIT, SAROLANGUN - Para petani sawit yang berada di Desa Teluk Kecimbung, Kecamatan Bathin VIII, Sarolangun merasa dirugikan. Pasalnya tandan buah segar (TBS) sawit yang mereka jual ke perusahaan dipotong sebesar 5%.
Tutur M Akmal (27), warga Aurgading, Sarolangun, perusahaan yang bekerja sama dengan petani telah semena-mena melakukan pemotongan harga TBS. “Pihak perusahaan telah seenaknya memotong harga sawit yang kami jual. Kata orang pabrik itu persenan," ujar Akmal, belum lama ini seperti dikutip tribunjambi.com.
Menurutnya, pemotongan yang dilakukan perusahaan terlalu besar, mencapai 5% dari harga perkilo TBS yang ditimbang. Sementara harga jual sawit di pabrik tersebut hanya Rp 1.465 perkilo. ”Ya motong harganya tanpa alasan yang jelas, juga dari koperasi kami tidak dapat pemberitahuan sebelumnya,” ujar Akmal.
Senada Juhri (36), warga Dusun Baru, Sarolangun juga menyesalkan hal itu. Menurutnya boleh saja melakukan pemotongan namun harus ada alasan untuk apa, dan harus melihat kondisi. ”Hari hujan seperti ini kita kan susah mendapatkan hasil panen yang maksimal, jadi sudah lah kita panen sedikit, dipotong lagi dengan potongan cukup besar. Kalau begini sama saja dengan menyengsarakan kita petani,” cetus Juhri.
Sementara Dinas Perindagkop melalui Kabid Perdagangan, Hartini ketika dikonfirmasi via ponsel mengatakan, masalah harga PT SGP itu sudah ada koperasi petani yang menandatangini MoU dengan pabrik.”Kan ada koperasinya mungkin mereka sudah buat MoU,” ujar Hartini tanpa mengetahui secara pasti ada tidaknya MoU yang disepakati.
Hartini juga menolak petani mengadu ke instasinya, menurutnya ada lembaga yang lebih berwenang menangani masalah jual beli dan urusan konsumen. ”Kan ada Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen, kesana lebih tepat untuk mengadu urusan konsumen,” cetusnya.(T2)










