JAKARTA – Merujuk catatan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit, empat negara menjadi pengimpor tertingi produk CPO nasional, diantaranya India dengan porsi 19%, lantas China 11%, disusul Pakistan sejumlah 7% dan Belanda sekitar 6%.
Tutur Direktur Utama BPDP-KS, Bayu Krisnamurthi, untuk ekspor CPO Indonesia ke Eropa tercatat terus megalami peningkatan, tercatat sampai Agustus 2016 ekspor CPO nasional ke Belanda mencapai 1,7 juta ton. Hanya saja tutur Bayu, Belanda mengimpor CPO dalam jumlah besar itu untuk kemudian di re-ekspor, setidaknya perkiraan Bayu sekitar 70% produk CPO yang di impor Belanda bakal di ekspor kembali ke negara-negara di kawasan Uni-Eropa.
Merujuk data dari BPDP-KS, sampai dengan Agustsu 2016, negara-negara dikawasan Eropa (26 negara) secara rutin telah mengimpor CPO dari Indonesia dan jumlahnya terus mengalami peningkatan, jika di tahun 2012 silan baru mencapai 3,6 juta ton maka di tahun 2016 diperkirakan akan mencapai 6 juta ton.
Dengan pertumbuhan rata-rata pertahun ekspor CPO Indonesia ke Eropa mencapai 11,24%, dimana pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2013 dengan pertumbuhan ekspor mencapai 23%.
Kendati mengalami pertumbuhan, sayangnya ekspor CPO ke Eropa acap dihadang berbagai isu negatif, sebab itu kata Bayu, pihaknya bakal terus melakukan diplomasi dengan pihak Eropa. “Kita akan terus melakukan diplomasi ke Eropa dan membina hubungan baik dengan negara-negara di Eropa. Diplomasi itu tidak mustahil dilakukan apalagi kamimememiliki pengalaman baik misalnya dalam diplomasi EU Dumping yang ditujukan ke industri bidiesel nasional,” tandas Bayu kepada InfoSAWIT, belum lama ini di Jakarta.(T2)







