INFO SAWIT,MEDAN -Puluhan petani sawit dari berbagai provinsi di Pulau Sumatera, seperti dari Jambi, Riau, Sumatera Barat dan Sumatera Utara (Sumut), melakukan pertemuan di Pekanbaru, Riau, pada 27 November 2016 lalu. Pertemuan itu dilatarbelakangi keinginan memperjuangkan nasib petani sawit dalam sebuah wadah bersama yang disebut Asosiasi Sawitku Masa Depanku atau disingkat Asosiasi Samade.
Panitia Pelantikan Samade, Pahala Sibuea dan Tolen Ketaren dalam keterangan tertulis melalui surat elektronik seperti tulisMedanBisnis, belum lama ini menyebutkan, Asosiasi Samade merupakan wadah perjuangan masyarakat petani kelapa sawit untuk mewujudkan kesejahteraan hidupnya.
"Asosiasi Samade adalah wadah pemersatu, pemberdayaan, pendidikan dan pembelajaran bagi petani kelapa sawit. Asosiasi Samade juga menjadi wadah pertukaran informasi tentang kelapa sawit, komunikasi antara petani kelapa sawit, sekaligus menjadi wadah pemelihara serta pelestari lingkungan hidup," ucap Pahala.
Dikatakannya, Asosiasi Samade membimbing dan mengembangkan anggota-anggotanya dalam rangka pemanfaatan potensi kelapa sawit secara berkelanjutan dan penuh tanggungjawab. "Kami itu memiliki visi mencerdaskan, memberdayakan, dan menyejahterakan anggota," tambah Pahala.
Pihaknya ingin melalui Asosiasi Samade tercipta petani sawit yang maju, makmur dan berkelanjutan. Dalam menjalankan misi, kata dia, Samade ingin meningkatkan peran, melayani dan melindungi para anggota, mewujudan pola fikir petani sawit yang lebih cerdas.
"Asosiasi Samade harus bisa menjadikan dirinya sebagai wadah pusat informasi tentang kelapasawit, menjadi penyalur aspirasi petani sawit, sekaligus sebagai sarana pengelolaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat," tandas Tolen Ketaren.(T2)










