Berita Lintas
sawitbaik

DORONG KONTRIBUSI LISTRIK SAWIT DALAM TARGET 35 RIBU MW



DORONG KONTRIBUSI LISTRIK SAWIT DALAM TARGET 35 RIBU MW

Guna mencapai tujuan bauran energi terbarukan dalam upaya melepaskan dari ketergantungan energi fosil. Pemerintah kembali merevisi kebijakan pembelian kelebihan listrik dari biomassa dan biogas plan, dengan harapan bisa menarik investor dalam pengadaan listrik dari sumber energi terbarukan tidak terkecuali sawit, guna mencapai target 35 ribu MW.

Potensi pengembangan energi terbarukan untuk pemenuhan kebutuhan listrik dari biogas yang berasal dari Palm Oil Methylester Effluent (POME), atau limbah cair kelapa sawit  cukup tinggi. Terlebih banyak berada wilayah di luar Jawa dan berada di remote area, yang justru belum banyak teraliri listrik.

Jelas pengembangan biogas plan berasal dari POME, selain sebagai upaya mereduksi emisi karbon di perkebunan kelapa sawit juga menjadi sumber energi bagi pabrik kelapa sawit dan masyarakat daerah sekitar kebun.

Bahkan, akibat tingginya daya listrik yang dihasilkan, maka pihak perusahaan bisa menjual kelebihan penggunaan listrik (excess power) ke Perusahaan Listrik Negara Persero (PLN), dengan harga yang cukup menarik.

Cara demikian harapannya bakal kembali memicu pembangunan plan biogas dan biomassa untuk menunjang kebutuhan pasokan tenaga listrik nasional. Berdasarkan pantauan InfoSAWIT, pembangunan plan biogas oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit mulai masif dilakukan semenjak 2011 silam, dan saat ini sudah terdapat beberapa perusahaan kelapa sawit baik swasta maupun plat merah besar, yang sudah membangun plan biogas, dimana hasilnya bisa digunakan secara internal atau sisa energinya di jual ke PLN.

Perusahaan perkebunan kelapa sawit yang  . . .