Berita Lintas
sawitbaik

TRANSFORMASI KOLABORASI KERJASAMA



TRANSFORMASI KOLABORASI KERJASAMA

Organisasi nirlaba Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) yang sudah berkiprah selama lebih dari 15 tahun di dunia, mendorong perubahan perilaku konsumen dalam menyerap hasil produksi minyak sawit berkelanjutan. Pasalnya, suplai minyak sawit berkelanjutan (CSPO) terus bertambah dan membutuhkan kolaborasi kerja bersama.

Sebagai organisasi nirlaba yang beranggotakan multi stakeholder, RSPO memiliki kekuatan besar dalam melakukan transformasi pasar akan minyak sawit berkelanjutan. Keanggotaan yang terdiri dari berbagai multi pemangku kepentingan, tentu saja mampu mendorong peningkatan produksi CSPO setiap tahunnya.

Sayangnya, keberadaan RSPO seringkali masih mengalami distorsi secara internal dan faktor eksternal dalam perjalanannya. Seperti yang terkemuka dalam perhelatan forum RSPO, Roundtable (RT) ke 14 beberapa waktu lalu di Hotel Shangri-La, Bangkok. Dengan mengusung tema, Belajar untuk Hidup Bersama : Dari Visi menuju Transformasi (Learning to Live Together : From Vision To Transformation).

Perhelatan RT 14 RSPO dibuka oleh Wakil Perdana Menteri Kerajaan Thailand, H.E. Jenderal Prawit Wongsuwan dan dihadiri lebih dari 800 perwakilan, dari perusahaan perkebunan kelapa sawit, manufacturers, trading, lembaga keuangan, pembuat kebijakan dan akademisi serta LSM sosial dan lingkungan yang berasal dari 46 negara.

Menurut CEO RSPO, Darrel Webber, para anggota RSPO perlu meningkatkan kepedulian mereka akan satu sama lainnya supaya dapat mewujudkan visi pembangunan minyak sawit berkelanjutan bagi dunia. Menurutnya, keberadaan produksi minyak sawit berkelanjutan ala RSPO, menjadi pilihan bagi konsumen yang peduli akan sosial dan lingkungan sekitarnya.

Perjalanan panjang