Sementara di kabupaten Berau, kedatangan Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA), Tri Mumpuni Iskandar ke Kabupaten Berau tak disia-siakan para kepala kampung dalam pertemuan kemarin di Balai Mufakata. Seperti yang disampaikan Penjabat Sementara (Pjs) Kampung Long Beliu, Kecamatan Segah Ridwan, potensi yang ada di kampung ini cukup besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber pemenuhan energi. Selama ini masyarakat yang ada di sana telah menikmati layanan listrik melalui pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) bantuan dari pemerintah dan perusahaan. Namun saat ini PLTMH tersebut berhenti beroperasi karena mesin rusak tertimbun tanah longsor.
Di Kecamatan Talisayan juga memiliki potensi yang sama. Kepala Kampung Talisayan, Yamsir menjelaskan, potensi energi khususnya dari air masih sangat besar di sana untuk dimanfaatkan sebagai penghasil listrik. “Sungai kami di sana sangat potensial untuk dikelola menjadi energi baru terbarukan,” ujarnya.
Menangapi itu, Tri Mumpuni mengatakan, potensi yang ada di Bumi Batiwakkal sangat besar untuk dikembangkan dalam pemenuhan energi tiap kampung. Berau punya pantai yang bisa dimanfaatkan dalam pembangunan kincir angin. Begitu juga dengan perkebunan kelapa sawit yang bisa memanfaatkan limbah cangkang sawit dalam menghasilkan biomassa. “Saya kasih contoh, sapi perah itu bisa menghasilkan 40 kilogram kotoran. Kalau 2 ekor, kita bisa mendapatkan 1 meter kubik biogas dari kotoran sapi. Ini sama saja dengan 1 meter kubik minyak tanah, ini bisa dijadikan 2.000 watt per jam atau 20 kwh,” ujarnya.
“Jadi masyarakat itu harus ada motivasi, kreativitas, rasa ingin mandiri, percaya diri dan mampu evaluasi diri sendiri. Dan yang lebih penting itu pemimpinnya harus berani dan memiliki visi untuk maju, ini menjadi kunci dalam membangun daerah,” tegasnya.
Sementara Wakil Bupati, Agus Tantomo, kedatangan Tri Mumpuni ke Berau tidak hanya sampai di sini saja. Akan ada tindaklanjut dari program kerjasama yang akan dijalankan ini. Direncanakan, pada Februari 2017 mendatang, akan diturunkan 50 pendamping desa untuk membantu dalam menyusun perencanaan pembangunan listrik kampung ini selama setahun penuh. “Mereka (pendamping) ini disebut patriot negara yang telah dilatih dan berpengalaman dalam mengembangkan setiap kampung memenuhi energi listrik,” ujarnya.









