Berita Lintas
sawitbaik

Ini Hambatan Utama Industri Kelapa Sawit Indonesia



Ini Hambatan Utama Industri Kelapa Sawit Indonesia

INFO SAWIT, JAKARTA – Dalam 15 tahun terakhir, industri kelapa sawit di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat pesat sebab permintaan global terus meningkat. Namun, tantangan dan hambatan juga makin meningkat seiring dengan peningkatan prestasi tersebut, seperti kampanye negatif negara-negara barat melalui isu lingkungan, seperti deforestasi.

“Jika ada isu deforestasi, sebenarnya justru minyak kedelai yang membutuhkan pembukaan lahan paling besar. Jika dihitung-hitung, lahan kedelai bisa mencapai 115 juta hektar pada 2025. Sedangkan kelapa sawit itu hanya membutuhkan 15,2 juta hektar pada tahun yang sama. Artinya, justru kelapa sawit lah yang punya bargaining position untuk memenuhi kebutuhan dunia,” kata Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI), Joko Supriyono, dalam Seminar dengan tema “Strategi Memperkuat Positioning dan Image Industri Sawit Indonesia di Dunia Internasional” yang diselenggarakan Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA-IPB), seperti dikutip dari pojoksatu.id.

Menurut Joko, negara-negara barat memiliki kepentingan untuk melindungi komoditas nasionalnya. Isu deforestasi dan lingkungan pada dasarnya hanya untuk menutupi kepentingan ekonomi antar-negara. Apabila Indonesia melakukan moratorium kelapa sawit, ini sudah pasti akan kehilangan market share di pasar global sehingga menguntungkan negara-negara penghasil kedelai dan kanola.