Berita Lintas
sawitbaik

Miliki Potensi, Pengusaha Tunggu Penyelesaian Pembangunan KIPI Maloy



Miliki Potensi, Pengusaha Tunggu Penyelesaian Pembangunan KIPI Maloy

INFO SAWIT, KUTIM - Pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy di Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim) memasuki babak baru. Dukungan datang dari banyak pihak untuk mendukung pembangunan kawasan industri dan pelabuhan berkelas internasional tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim, Ujang Rachmad mengatakan, KIPI Maloy terus berjalan. Pun, pelabuhan dan akses jalan menuju tahap penyelesaian.

"Maloy tetap berjalan. Pelabuhan sudah hampir jadi, tinggal penyelesaian. Kemudian akses jalan sudah dibangun juga, walaupun belum seluruhnya. Itu terus berjalan," ungkap Ujang seperti dikutip dari KlikSamarinda (KlikGroup) usai diskusi publik, Selasa (6/12).

Saat ini, Disbun juga sedang memprioritaskan perihal sertifikasi lahan. Karena itu juga menjadi hal yang ditunggu-tunggu oleh pera pengusaha perkebunan swasta untuk mendorong operasional kawasan yang merupakan salah satu program Prioritas Pembangunan Nasional yang ditetapkan dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan Prioritas Nasional Tahun 2010 ini.

"Pengusaha perkebunan swasta sampaikan tadi saat diskusi public. Dia ingin mendorong operasional KIPI Maloy segera berjalan. Kemudian, ada rencana bisnis yang bisa mereka terima dari situ. Mereka (para pengusaha) sedang menunggu itu," ujar Ujang menerangkan. Jika sudah ada kepastian terkait mekanisme dan segala macam tadi, lanjut Ujang, para pengusaha akan siap masuk untuk membangun industri turunan kelapa sawit.

Kawasan Maloy ini memang didedikasikan untuk satu komoditas kelapa sawit. Namun, Ujang menegaskan, tidak menutup kemungkinan untuk komoditas yang lain akan berkembang ke depannya meski desain dan strategi kawasan ini memang ditujukan untuk pengembangan industri oleochemical (chemical yang diambil dari minyak dan lemak).

"Tapi untuk komoditas yang lain bisa juga. Seperti pabrik kakao dan lainnya juga bisa dibuat di sana. Tinggal bahan bakunya saja. Jadi tidak menutup kemungkinan. Karena dalam KIPI Maloy itu juga ada zona makanan dan lain-lain sampai ke zona industri biodisel," pungkas Ujang.