Berita Lintas
sawitbaik

Terbanyak, 30 Pabrik GAR Tersertifikat ISPO



Head of Sustainability policy and compliance PT SMART Tbk, Haskarlianus Pasang, mendapat sertifikat ISPO (mewakili perusahaan), dari Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Bambang
Terbanyak, 30 Pabrik GAR Tersertifikat ISPO

INFO SAWIT, JAKARTA – Pada tanggal 10 Desember 2016 lalu, bertepatan dengan Hari Perkebunan Nasional, perusahaan perkebunan kelapa sawit Golden Agri-Resources Ltd. (GAR), kembali memperoleh sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) untuk dua unit usahanya PT Sinar Kencana Inti Perkasa dan PT Bumi Sawit Permai.

Dengan kembali didapatnya sertifikat ISPO itu, GAR menutup akhir tahun 2016 sebagai perusahaan kelapa sawit terintegrasi yang mendapatkan sertifikat ISPO dengan jumlah terbanyak, dengan total 30 pabrik dan perkebunan kelapa sawit dengan luas lahan sekitar 186.307 hektar.

Sebagai bentuk dari komitmen perusahaan dalam memenuhi persyaratan sertifikasi ISPO, GAR menginvestasikan waktu dan sumber daya untuk memastikan integrasi secara menyeluruh dalam proses kerja internal, perumusan kebijakan, dan program-program kerjanya. Studi dilakukan sepanjang tahun dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber yang relevan untuk pengambilan keputusan, serta pengawasan internal yang melibatkan semua unit usaha untuk memastikan kepatuhan terhadap ISPO sebagai platform keberlanjutan nasional Indonesia.

Managing Director Sustainability GAR, Agus Purnomo  mengatakan, langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan yang kuat dalam melaksanakan praktik keberlanjutan. “Kami merupakan pendukung ISPO yang aktif dan akan terus mendorong seluruh pemasok kami untuk bersama-sama meningkatkan praktik keberlanjutan dan mendapatkan sertifikasi ISPO,” katanya dalam siaran resmi perusahaan yang diterima Info SAWIT.

Dengan perolehan sertifikat ISPO terbanyak menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan keberlanjutan GAR, karena sertifikasi ISPO ini memberikan kepastian bagi pelanggan dan pemangku kepentingan sehubungan dengan legalitas dan pemenuhan persyaratan untuk pabrik, perkebunan, dan rantai pasok perusahaan.

Hal ini juga membantu perusahaan dalam meraih standar keberlanjutan lainnya yang diakui secara internasional seperti RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) dan ISCC (International Sustainability & Carbon Certification).

Lebih lanjut tutur Agus, diperolehnya sertifikat ISPO ini bukan sekedar keberhasilan memperoleh sertifikasi, namun juga merupakan bagian dari upaya meningkatkan dukungan terhadap satu-satunya platform sertifikasi wajib di Indonesia, yaitu ISPO. “Melalui ISPO para pemangku kepentingan industri kelapa sawit bekerja sama mempercepat tercapainya produksi kelapa sawit yang berkelanjutan,” tandas Agus. (T2)