Berita Lintas
sawitbaik

SIPKEBUN, Tata Kelola Petani Swadaya Berbasis IT



SIPKEBUN, Tata Kelola Petani Swadaya Berbasis IT

INFOSAWIT ,JAKARTA - Seandainya produksi minyak sawit tidak berlimpah di Indonesia, tentu persoalan karut marut minyak sawit tidak akan pernah mengusik negara ini. Namun, secara nyata, produksi minyak sawit memang banyak dihasilkan Indonesia sebagai produsen terbesar minyak sawit mentah (CPO) bagi konsumsi pasar dunia. Sebagai salah satu bagian dari minyak nabati dunia, memang minyak sawit menjadi primadona konsumsi pasar global. Keberadaan produksi minyak sawit, telah mampu mengungguli minyak nabati lainnya seperti minyak kacang kedelai (soybean oil). Wajar, bila kampanye negatif akan keberadaan minyak sawit, kian kencang berhembus.

Toh, berbagai kampanye negatif yang dihembuskan, juga mendapat jawaban atas berbagai kekurangan yang masih terjadi dalam melakukan praktek budidaya kelapa sawit di dunia termasuk Indonesia. Tentunya, keberadaan Indonesia sebagai produsen terbesar memikul tanggung jawab lebih besar dibandingkan lainnya. Salah satu jawaban yang diberikan, dengan adanya kolaborasi Pemerintah Pusat, Daerah dan Institut Penelitian Inovasi Bumi (INOBU) yang menggagas keberadaan SIPKEBUN. Sebagai inisiatif bersama, SIPKEBUN diharapkan mampu mengintegrasikan semua data-data dan peta keberadaan perkebunan terutama perkebunan kelapa sawit di daerahnya.

Dengan mengetahui keberadaan perkebunan kelapa sawit di wilayahnya, maka Pemerintah Daerah dapat membantu pelaku usaha perkebunan untuk terus melakukan praktek budidaya terbaik dan berkelanjutan, sehingga produktivitas hasil panen meningkat. Pasalnya, dengan peningkatan hasil panen, maka kesejahteraan petani dapat meningkat pula. (T1)