INFO SAWIT, PADANG LAWAS - Selama dua bulan terakhir ini, buah sawit di wilayah Kabupaten Padang Lawas (Palas) lagi mengalami trek panjang. Hal itu terjadi karena bunga sebelumnya gagal jadi buah, akibat musim kemarau panjang di Kabupaten Palas.
"Saat ini baru mulai berbunga dan saat untuk bisa dipanen memakan waktu selama 3-4 bulan kedepan. Dampak kemarau panjang beberapa waktu lalu membuat sebagian tanaman kelapa sawit tidak berbuah normal,” kata Rusdi Nasution, petani sawit di Binabo Jae, seperti dilansir gosumut.com.
Menurutnya, satu hamparan kebun kelapa sawit miliknya, seluas 2 hektare, hanya berbuah sepertiga saja. Sehingga setiap kali panen atau setiap 14 hari, hanya mampu menghasilkan sekitar 500-600 kg lebih. “Biasanya setiap kali panen, bisa menghasilkan mencapai sekitar 2 ton lebih,”ungkapnya.
Trek sawit tersebut juga dirasakan pengusaha sawit, Idris Hasibuan. Dia menyatakan, sebelum musim trek, 7 ton sawit masih bisa lagi dikumpulkan setiap harinya. "Sekarang turun drastis, hanya sekitar 4 ton setiap harinya,” ungkapnya. Dia juga menjelaskan, biasanya masyarakat menjual sawit mereka 1 ton, sekarang hanya 600 kg dalam satu pusingan (masa panen). Yang biasa menjual sawit 500-600 kg, sekarang mereka hanya bisa menjual 200 kg per pusingan.
Ternyata, ada hikmahnya kala terjadi trek lantaran harga tandan buah segar (TBS) masyarakat dihargai sekitar Rp1.730 per kg, yang sebelumnya hanya sekitar Rp1.200 per kg. “Kita langsung menjual sawit ke pabrik dan harganya mencapai Rp1.900 per kg,” tandas Idris (T2)










