Berita Lintas
sawitbaik

Berikut Hasil Simposium Gambut Internasional



Deputi Penelitian dan Pengembangan BRG, Haris Gunawan
Berikut Hasil Simposium Gambut Internasional

INFO SAWIT, JAKARTA – Pada Simposium Gambut Internasional yang diadadakan Badan Restorasi Gambut, yang dihadiri sekitar 350 peserta dari 16 negara, dan dilakukan selama 15-16 Desember 2016 di Hotel Borobudur, Jakarta, telah menghasilkan beberapa kesimpulan.

Berikut hasil kesimpulan acara yang disampaikan Deputi Penelitian dan Pengembangan BRG, Haris Gunawan. Pertama, implementasi restorasi gambut harus dilakukan melalui berbagai strategi: insentif, disinsentif, kedua, penegakan hukum, perbaikan hak konsesi, dan pencegahan kebakaran hutan. Ketiga, surat penugasan kepada sektor swasta untuk melakukan restorasi gambut melalui perbaikan manajemen hidrologi di lahan gambut yang diperlukan.

Keempat, memperkuat dukungan dari pemerintah dan peneliti sangat penting untuk membuat upaya restorasi yang dilakukan para pemangku kepentingan (termasuk sektor swasta) lebih efektif dan efisien. Kelima, kebijakan harus transparan dan penegakan hukum penting terhadap kesuksesan restorasi lahan gambut.

Keenam, upaya restorasi harus memiliki dimensi jangka panjang, terpadu antar institusi dan berbagai tingkat pemerintah, serta menggunakan mekanisme pembiayaan yang bervariasi. Ketujuh, peran investor asing penting untuk merestorasi lebih dari 2 juta hektar lahan gambut di Indonesia.

Kedelapan, pekerjaan teknis terkait restorasi lahan gambut menggunakan teknologi dan pembangunan kapasitas akan bermanfaat untuk kerjasama antara pihak lokal dan donor. Kesembilan, diperlukan strategi pasar untuk mengembangkan komoditas lahan gambut. “Monitoring real time diperlukan untuk diimplementasikan di 7 provinsi prioritas yang menjadi target,” tutur Haris saat membacakan hasil kesimpulan pada akhir acara pada Simposium Gambut Internasional, yang dihadiri Info SAWIT, belum lama ini di Jakarta. (T2)