INFO SAWIT, PEKANBARU - Dua perusahaan swasta PT Mitra Asia Palm Partikel dan PT Darma Usaha Dynamika akan membangun industri particle board dari limbah pelepah pohon sawit dengan dana investasi Rp1,2 triliun..
Direktur Utama PT Mitra Asian Palm Partikel, Ines Tuhumuri mengatakan, pabrik itu akan ditempatkan di sentra perkebunan sawit di Riau, yaitu di Kecamatan Tualang Kabupaten Siak, Riau dengan luas lahan 40 hektare. “Selama ini, limbah pelepah sawit dibuang begitu saja atau dibakar. Padahal, limbah itu bisa dimanfaatkan menjadi produk particle board. Kami memanfaatkan hal ini dan akan memasarkannya ke beberapa negara,” katanya belum lama ini seperti dilansir Bisnis.com.
Ines mengatakan Riau membuang 1,4 juta meter kubik limbah pelepah sawit setiap tahunnya. Angka ini akan terus bertambah seiring bertambahnya luas lahan perkebunan sawit di daerah itu. Ironisnya, limbah tersebut sering dibakar hingga menyebabkan polusi dan kebakaran hutan dan lahan.
Untuk bahan baku industri tersebut dibutuhkan sedikitnya 1,08 juta meter kubik limbah pelepah sawit. Pabrik yang dibangun tersebut mampu memproduksi 7.500 meter kubik particle board setiap bulannya. Perusahaan tersebut tengah mempersiapkan pembangunan pabrik yang akan dimulai pada Januari 2017 itu.
Ines mengatakan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pelepah sawit, pihaknya akan bekerjasama dengan pelaku usaha perkebunan rakyat, seperti petani mandiri atau petani plasma. Kerja sama dijalin melalui seluruh koperasi unit desa.
Sementara itu tutur Direktur Utama PT Darma Usaha Dynamika, R. Mohni I.K selaku perusahaan pembiayaan industri tersebut mengatakan industri itu berpotensi untuk dikembangkan di Riau dan beberapa daerah lainnya. Karena dari hasil survey mereka, angka limbah pelepah sawit terus bertambah. Sementara permintaan particle board dari luar negeri juga masih tinggi.
“Riau dan Indonesia membutuhkan industri ini. Selain untuk bisnis, industri ini juga bisa menyelematkan lingkungan. Kami berharap industri yang akan dibangun di Riau akan menjadi percontohan daerah lain,” katanya. (T2)










