Berita Lintas
sawitbaik

Produksi Sawit Sumsel Merosot 40%



Produksi Sawit Sumsel Merosot 40%

INFO SAWIT, PALEMBANG - Produksi kelapa sawit Provinsi Sumatera Selatan merosot hingga 40% pada 2016 jika dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan karena pengaruh bencana kebakaran hutan dan lahan pada 2015.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Sumsel Harry Hartanto mengatakan di Palembang, Selasa (20/12), penurunan itu berdampak pada ekspor produk turunannya yakni salah satunya crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah juga ikut menurun.

"Jika produksi kelapa sawit pada tahun ini mampu menyentuh angka 3 juta ton, itu sudah terbilang bagus. Padahal di tahun sebelumnya, produksi yang dihasilkan mampu mencapai angka 3,2 juta ton," kata Harry seperti dilansir beritasatu.com.

Kendati demikian Harry optimis, untuk tahun 2017 mendatang, pihaknya meyakini pemulihan kembali seiring dengan kondisi cuaca yang cukup baik sepanjang tahun ini. Selain itu, tren harga CPO juga mulai positif sejak pertengahan tahun sehingga Gapki Sumsel berani mengusung target 3,3 juta ton pada 2017.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatat nilai ekspor CPO dan turunannya hingga November 2016 sebesar 79,26 juta dolar AS atau menurun hampir 50 persen dari tahun 2015 lalu yang mencapai 155,94 juta dolar AS. "Meski menurun namun CPO masih menjadi salah satu produk ekspor non migas terbesar dari Sumsel," kata Kepala BPS Sumsel Yos Rusdiansyah. (T2)