Berita Lintas
sawitbaik

Lidi Sawit, Alternatif Tambahan Pendapatan Petani



Lidi Sawit, Alternatif Tambahan Pendapatan Petani

INFO SAWIT, MEDAN – Belum adanya peningkatan yang signifikan dari harga tandan buah segar (TBS) sawitmembuat banyak petani memanfaatkan lidi sawit untuk menambah pendapatan. Prospek pasarnya pun cukup bagus dan bisa menembus pasar ekspor. Melihat peluang ini, petani terus mengembangkannya dan mampu menghasilkan produk hilirnya sehingga nilai jual lidi sawit semakin tinggi.

"Lidi sawit bisa sebagai solusi untuk mengatasi krisis ekonomi di pedesaan yang berbasis perkebunan sawit. Terlebih saat harga sawit turun. Karena itu, pengembangan produk hilir lidi sawit terus digenjot sebagai bentuk upaya meningkatkan pendapatan petani," kata Ketua Galang Kemajuan Center (GK Center) Sumut, Benson Kaban di Medan, belum lama ini seperti dilansir MedanBisnis.

GK Center Sumut merupakan komunitas yang menggalang petani untuk memanfaatkan lidi sawit sehingga bernilai jual tinggi. Menurut Benson, pemanfaatan lidi sawit memang sangat membantu petani dan bisa menambah pendapatan. Karena selama ini, lidi sawit biasanya dipotong serta dibiarkan membusuk di sekitar pohon sawit.

Benson juga mengatakan, produk hilir lidi sawit lahir karena kondisi petani semakin "terjepit" akibat harga sawit yang masih rendah. Ide kreatif dan inovasi tentang potensi lidi sawit pun muncul dan dibuat menjadi berbagai macam kerajinan tangan. Produk-produk ini dikenalkan hingga ke manca negara dan menjadi langganan ekspor.

"Ide awal pemberdayaan lidi sawit sebenarnya klasik. Karena belajar dari pemanfaatan lidi aren menjadi produk sapu lidi dan alat kerajinan tangan lainnya. Namun harga lidi aren yang dua kali lipat lebih mahal dibandingkan harga lidi sawit, maka bahan bakunya diubah. Hasilnya juga cukup bagus," kata Benson.

Pemanfaatan bagian dari lidi sawit juga terus dikembangkan dengan menggunakan teknologi. Misalnya,setelah melepas daun dari lidinya, itu bisa dibuat menjadi pakan ternak, baik sapi maupun kambing.

Setelah lidi sawit menjadi produk ekspor, ke depannya, dengan sendirinya diharapkan akan lahir industri kreatif berupa kerajinan tangan di basis kelompok masyarakat pekebun. Sehingga saat harga sawit turun, para petani sawit tetap memiliki sumber pendapatan. Sebagai bentuk dukungan pada petani dan membuka peluang pengembangan industri lidi sawit, GK Center Sumut juga menampung lidi petani. Dengan harga jual saat ini sebesar Rp 2.500 per kg, pihaknya mampu membeli dalam skala besar. (T2)