Berita Lintas
sawitbaik

Masyarakat Beli Migor ke Malaysia di Entikong



Masyarakat Beli Migor ke Malaysia di Entikong

INFO SAWIT, JAKARTA - Infrastruktur dan konektivitas menjadi bagian penting dalam pembangunan. Selama ini, kendala yang dihadapi Indonesia, salah satunya, adalah pembangunan infrastruktur yang belum merata. Seperti di wilayah perbatasan  dengan Malaysia, Entikong. Hal tersebut membuat bahan-bahan kebutuhan pokok jauh lebih mahal dibanding negara tetangga.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani bercerita, masyarakat Entikong lebih memilih beli minyak goreng di Malaysia, padahal Indonesia merupakan salah satu produsen crude palm oil (CPO) terbesar di dunia. "Bagaimana kita memperbaiki infrastruktur. Anda akan melihat di Entikong: harga gula, beras, lebih tinggi. Bahkan minyak goreng mereka beli di Malaysia, padahal kita produsen utama minyak sawit di dunia," jelas dia dalam acara d'Preneur 'Anak Muda & Prospek Ekonomi 2017', di ICE Palace Lotte Shopping Avenue, Jakarta, belum lama ini seperti dilansirdetik.com.

Mahalnya harga barang dari Indonesia disebabkan rendahnya kualitas infrastruktur. Kota terdekat dengan Entikong adalah Pontianak. Sebelumnya, kualitas jalan sangat buruk sehingga arus logistik menuju Entikong dari Pontianak sangat sulit. Wajar harga barang jadi lebih mahal. Di sisi lain, barang dari Malaysia lebih mudah diangkut karena dari perbatasan menuju kota terdekat di Malaysia jalannya lebih bagus sehingga biaya logistiknya lebih murah. Inilah alasan, mengapa pemerintah begitu getol membangun infrastruktur, bukan hanya pos perbatasan melainakan juga jalan akses menuju perbatasan. (T2)