Perhelatan akbar produsen minyak sawit nasional, yang baru-baru ini diselenggarakan di Bali, menjadi ajang pertemuan multi pihak untuk membangun industri minyak sawit nasional. Sebagian besar pihak perkebunan kelapa sawit nasional, masih mengharapkan adanya dukungan pemerintah untuk pembangunan minyak sawit berkelanjutan.
Sinyal dukungan diberikan pemerintah melalui Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, yang mengaku diutus Presiden Jokowi untuk membuka acara akbar tahunan ini. Namun, kehadirannya di sore hari sebelum pembukaan, seperti memupuskan harapan banyak pihak, lantaran hanya bisa melakukan audiensi sebentar di sore hari.
Kendati hanya sekedar diskusi, namun Mentan Amran, menyebutkan kepedulian pemerintah terhadap keberlangsungan perkebunan kelapa sawit nasional, terutama petani kelapa sawit yang memiliki lahan perkebunan sebesar 43%. Keberadaan petani itu, diharapkan dapat meningkatkan produktivitasnya sehingga dapat meningkat kesejahteraannya.
Guna mendorong produktivitas perkebunan kelapa sawit milik petani, maka pemerintah mendorong agar dilakukan replanting bagi kebun sawit milik petani yang sudah tidak produktif lagi. Dimana, dukungan pemerintah diberikan bagi 1,6 juta petani kelapa sawit yang memiliki lahan seluas 4,6 juta hektar.
Prioritas yang diberikan, dengan melakukan replanting kebun sawit seluas 400 ribu hektar setiap tahunnya. Dimana, dukungan pembiayaan diberikan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) sebesar Rp 25 juta per hektar yang berasal dari pungutan CPO Supporting Fund (CSF) yang dikutip dari CPO sebesar US$ 50 per ton.
“Pemerintah mendukung adanya percepatan replanting bagi perkebunan kelapa sawit milik rakyat, supaya dapat meningkatkan produktivitas hasil panennya,” ujar Mentan Amran menjelaskan.
Besaran dana dukungan yang berasal dari BPDP-KS itu, menurutnya juga merupakan bagian dari dukungan pemerintah yang berguna untuk mendorong meningkatnya produktivitas hasil panen kebun sawit petani supaya menjadi lebih baik, melalui percepatan replanting kebun sawit milik petani.
Sebagai informasi, BPDP-KS berhasil mengumpulkan dana dari pungutan CSF sebesar Rp 7,19 Triliun selama periode Januari hingga Agustus 2016 lalu. Sedangkan hasil yang terkumpul sebelumnya, pada periode Juli-Desember 2015 lalu, mencapai Rp 6,9 Triliun. Sehingga total dana yang terkumpul hingga Agustus 2016, mencapai Rp 14,1 Triliun.
Guna meningkatkan kinerja perkebunan kelapa sawit di Indonesia, menurut Ketua Panitia IPOC 2016, Mona Surya, dibutuhkan kerjasama erat antar pemangku kepentingan usaha minyak sawit di Indonesia, untuk memajukan industri sawit Nasional. Itu sebabnya, 12th Indonesian Palm Oil Conference and 2017 Price Outlook (IPOC 2016) dilaksanakan demi kemajuan bersama.
Mona Surya mengatakan bahwa acara . . .










