Berita Lintas
sawitbaik

Stok dan Harga Barang Kebutuhan Pokok, Akhir Tahun Stabil



Stok dan Harga Barang Kebutuhan Pokok, Akhir Tahun Stabil

INFO SAWIT, JAKARTA - Kementerian Perdagangan menjamin harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok tetap stabil menjelang pergantian tahun 2016. Merujuk informasi yang didapat Info SAWIT, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita telah menugaskan para Pejabat Eselon I Kemendag turun langsung ke beberapa daerah memantau perkembangan harga, kondisi distribusi, dan ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok. “Hasil pantauan menunjukkan perkembangan harga barang kebutuhan pokok menjelang Tahun Baru di daerah umumnya relatif stabil. Ketersediaan stok/pasokan di distributor cukup dan aman serta kondisi distribusi di pelabuhan berjalan lancar,” tegas Enggartiasto di Jakarta, belum lama ini.

Sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, gula, bawang merah, cabai, daging sapi, daging ayam, dan minyak goreng menjadi perhatian Pemerintah uatamanya Kementerian Perdagagan. Pemantauan dilakukan di sejumlah pasar yang menjadi sentral perdagangan barang kebutuhan pokok seperti di Bandung (Pasar Kosambi), Cirebon (Pasar Drajat), Kuningan (Pasar Cilimus), Palembang (Pasar Cinde, Sekana, dan KM 5), dan Medan (Pasar Petisah dan Simpang Limun). Pemantauan juga dilakukan di Kupang (Pasar Oeba, Oebobo, dan Kasih), Manado (Pasar Bersehati dan Pinasungkulan), Ambon (Pasar Mardika, Batu Merah, dan Gotong Royong), DKI Jakarta (Pasar Induk Beras Cipinang, Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Minggu, dan Pasar Tebet Timur/PSPT), Jayapura (Pasar Sentral Hamadi, Yotefa, dan Inpres), Manokwari (Pasar Wosi dan Sanggeng), dan Semarang (Pasar Johar dan Karang Ayu).

Harga beberapa komoditas per tanggal 22 Desember 2016 terpantau turun dibandingkan minggu lalu seperti cabai merah keriting, cabai merah besar, dan bawang merah. Namun, di beberapa daerah juga terdapat kenaikan harga. Mendag Enggar berkomitmen, Kemendag akan menjaga komoditas yang harganya turun agar harganya tidak semakin rendah dan mencari titik keseimbangan antara harga di tingkat produsen/petani dan harga jualnya di tingkat konsumen. “Begitupun dengan komoditas yang mengalami kenaikan harga, Kemendag akan terus menjaga kestabilan harga barang kebutuhan pokok baik di tingkat produsen maupun konsumen. Saat ini fluktuasi harga masih dalam batas jangkauan yang normal,” tutur Enggartiasto.

Lebih lanjut tutur Enggartiasto, pihajnya juga meminta para pelaku usaha untuk menjaga ketersediaan stok/pasokan dan stabilitas harga, di antaranya dengan Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI), Asosiasi Pedagang Gula Indonesia (APGI), Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI) dan Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), dan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (ASPARINDO).

Selain itu, Kemendag juga telah melakukan fasilitasi pelaksanaan penandatanganan MoU kemitraan pendistribusian daging antara Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) dengan Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI) pada 21 Desember 2016 dalam rangka pendistribusian daging sapi dengan harga Rp80.000/kg sesuai dengan harapan Pemerintah. Kondisi Distribusi Distribusi barang kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan terigu ke wilayah Indonesia Timur seperti Ambon, Manado, Kupang, Jayapura, dan Manokwari akan terus dipasok dari Surabaya dan Makassar.

Sementara cabai, bawang, dan sayuran dipasok dari Manado, Surabaya, dan Pulau Seram. Dalam kesempatan pemantauan di tingkat distributor, Kemendag telah meminta para distributor untuk tetap menyediakan barang kebutuhan pokok sesuai kebutuhan masyarakat setempat. Para distributor juga diperingatkan agar tidak melakukan penimbunan dan menaikkan harga secara berlebihan sehingga dapat memberatkan masyarakat. “Secara umum, kondisi distribusi pasokan barang kebutuhan pokok tersebut berjalan lancar dan tidak mengalami hambatan. Ditambah dengan adanya program tol laut membuat distribusi pasokan barang kebutuhan pokok menjadi lebih lancar,” pungkas Mendag. (T2)