INFO SAWIT, JAKARTA – Sepanjang 2016 ini harga CPO tercatat tidak terlalu mengalami fluktuasi yang terlalu tinggi, kendati pada Oktober-November 2016 diperkirakan ada peningkatan produksi, namun lantaran peningkatan itu tidak banyak maka hasilnya tidak terlalu menekan harga.
Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Derom Bangun mengatakan, harga CPO masih disekitar US$ 720-750 per ton. Bisa dibilang, harga masih sekitar Rp 8000/kg di bursa Indonesia dan di Malaysia sekitar RM 2.740/ton. “Masih cukup kuat bila dibandingkan tahun 2015 lalu, dimana harga CPO anjlok cukup dalam,” kata Derom kepada InfoSAWIT, belum lama ini di Jakarta.
Harga terbilang stabil di 2016 ini terjadi lantaran petani di negara produsen kedelai cenderung memilih menanam jagung. Hasilnya, pasokan kedelai tidak melimpah. “Jika saja pasokan kedelai melimpah maka harga CPO bisa turun,” tutur Deron.
Sementara untuk di awal tahun 2017, Derom memprediksi, harga CPO bakal menguat karena ada penyerapan yang tinggi dilakukan oleh India, China, Pakistan dan Bangladesh, menyusul produksi CPO nasional yang diperkirakan akan melorot diawal tahun. “Harga masih berkiras US$ 720-750 per ton,” Derom memperkirakan. (T2)







