INFO SAWIT, JAKARTA - Pergerakan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) kembali menguat pada awal perdagangan pada Rabu (28/12/2016) kemarin, seiring melemahnya kinerja mata uang ringgit Malaysia.
Kontrak berjangka CPO untuk Maret 2017, kontrak teraktif di Bursa Malaysia, hari ini dibuka turun 0,13% atau 4 poin di posisi RM 3.124 per ton. Pergerakannya kemudian berbalik menguat 0,64% atau 20 poin ke level RM 3.148 per ton.
Sementara pada perdagangan Selasa (27/12), harga CPO ditutup rebound 2,22% atau 68 poin ke RM 3.128 per ton di tengah spekulasi mengetatnya produksi serta meningkatnya permintaan. “Produksi di Malaysia bulan ini cenderung lebih rendah dari ekspektasi ketika ternyata lebih dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk pohon tumbuh akibat kekeringan,” ujar Head of trading and hedging strategies Kaleesuwari Intercontinental, Gnanasekar Thiagarajan, seperti tulis Bloomberg.
Turut mendukung penguatan sawit, menurut data Intertek Testing Services, jumlah ekspor minyak sawit Malaysia sepanjang 1-25 November turun 5,6% menjadi 845.441 ton dari sebelumnya 895.625 ton. (T2)










