INFO SAWIT, BANGKOK - Berdasarkan data yang dirilis RSPO, produksi CSPO per Oktober 2016 telah mampu menghasilkan sertifikasi sebesar 11,8 juta ton CSPO, sedangkan total RSPO certified area di dunia sebesar 3,11 juta hektar dimana seluas 2,37 juta hektar merupakan areal produksi. Tingginya produksi CSPO itu, menjadi bukti nyata akan keseriusan para produsen minyak sawit. Terutama Indonesia sebagai produsen terbesar minyak sawit mentah di dunia.
Sebagai produsen terbesar CPO, negara Indonesia juga merupakan produsen terbesar CSPO sebesar 57% dari CSPO yang berhasil disertifikasi RSPO. Sebesar 6,79 juta ton CSPO berasal dari produksi perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Indonesia. Besarnya kepedulian perkebunan kelapa sawit yang berada di Indonesia, merupakan bagian dari tingginya kepedulian akan sosial dan lingkungan sekitar perkebunan kelapa sawit beroperasi.
Posisi produsen terbesar kedua CSPO ditempati oleh negara Malaysia, yang menghasilkan CSPO sebesar 3,6 juta ton per tahun atau sebesar 30% dari total produksi CSPO ala RSPO. Kemampuan Malaysia sebagai produsen terbesar kedua CSPO juga sebagai gambaran akan kemampuannya, sebagai produsen terbesar kedua CPO di dunia di bawah Indonesia.
Dari kemampuan produksi CSPO Indonesia dan Malaysia ini pula menggambarkan keberadaan suplai pasokan minyak sawit yang hampir sebesar 90% disuplai untuk kebutuhan pasar dunia. Sehingga keberadaan minyak sawit dari kedua negara ini, menjadi penentu dari keberlangsungan konsumsi masyarakat global akan minyak sawit.
Menurut Co-Chair RSPO, Carl Bek-Nielsen, keberadaan perkebunan kelapa sawit di dunia telah mampu memberikan sumbangsih untuk memproduksi minyak sawit berkelanjutan (CSPO), untuk itu, dia meminta anggota RSPO lainnya untuk ikut pula mendukung keberadaan CSPO dengan membelinya.
“Guna memperkuat keberadaan CSPO di pasar global, maka para anggota lainnya juga harus mendukung dengan membelinya,” kata CEO RSPO, Darrel Webber kepada Info SAWIT, belum lama ini.
Selain Indonesia dan Malaysia, suplai CSPO juga diproduksi di beberapa negara seperti negara Brazil, Costa Rica, Ecuador, Gabon, Ghana, Guatemala, Honduras, Madagascar, Papua New Guinea, Solomon Islands dan Thailand. (T1)







