INFO SAWIT, JAKARTA - Suplai pasokan CSPO, memang tak hanya berasal perusahaan perkebunan kelapa sawit semata, melainkan juga berasal dari kemampuan petani kelapa sawit. Keterlibatan petani itu, juga menjadi bagian dari perjuangan bersama menghasilkan produksi CSPO. Pasalnya, petani juga menjadi kekuatan besar akan tersedianya pasokan CSPO bagi kebutuhan pasar dunia.
Menurut Direktur Yayasan Setara Jambi, Rukaiyah Rafiq, yang turut membantu praktek budidaya petani kelapa sawit di Provinsi Jambi, petani sangat membutuhkan bantuan untuk pengelolaan budidaya terbaik dan berkelanjutan. “Dibutuhkan kesadaran petani yang sangat tinggi agar dapat mengelola kebun sawit miliknya supaya dapat menerapkan prinsip dan kriteria berkelanjutan,” katanya menjelaskan.
Dalam rangka meningkatkan kesadaran petani kelapa sawit Yayasan Setara melakukan diskusi terbuka dengan para petani guna menyosialisasikan keberadaan prinsip dan kriteria berkelanjutan. Berbagai upaya juga dilakukan secara bersama-sama, untuk menerapkan budidaya terbaik dan berkelanjutan di kebun sawit miliknya.
Kendati awalnya masih terdapat banyak perbedaan pendapat, namun menurutnya, para petani mau bekerjasama untuk menerapkan praktek budidaya terbaik di kebun sawit miliknya. Ketika kerja keras mereka berhasil mendapatkan sertifikasi RSPO, mereka bertambah semangat untuk mengelola kebun sawit miliknya.
Sertifikasi RSPO yang berhasil diraih oleh kelompok petani swadaya di Jambi sejak tahun 2014 lalu, sebagai contoh, telah mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. Keberadaan pasokan dari tandan buah segar (TBS) asal petani kelapa sawit yang telah tersertifikasi, memang mendapatkan komitmen pula dari PKS yang membelinya.
Terlebih dari penjualan TBS sertifikat melalui mekanisme Book & Claim (BC), menurut Rukaiyah juga memberikan insentif yang lumayan besar. “Pendapatan dari penjualan sertifikat digunakan untuk membantu kegiatan petani dalam mengembangkan perkebunan kelapa sawit yang digarapnya”.
Gabungan kelompok petani kelapa sawit (Gapoktan) Tanjung Sehati yang dibinanya, juga membagikan insentif tersebut, dalam bentuk pembagian sembako untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari, para petani kelapa sawit yang bergabung. Dengan insentif yang berhasil diterima petani, Uki mengharapkan supaya kerja keras petani terus dilakukan, supaya produktivitas hasil panennya dapat lebih bertumbuh.
Dengan hasil panen yang meningkat, maka kesejahteraan petani akan menjadi lebih baik. Pasalnya, hasil jual panen buah yang didapatnya akan mampu mencukupi kebutuhan hidup petani. Jika kesejahteraan hidup meningkat, maka pengelolaan budidaya perkebunan kelapa sawit akan mampu terkelola swadaya dengan memperhatikan kondisi sosial dan lingkungan sekitarnya.
Kemampuan swakelola oleh petani itu, diharapkan dapat terus berkembang dan menular kepada petani kelapa sawit lainnya. Jika proses pengelolaan melalui cara budidaya terbaik dan berkelanjutan dapat dilakukan secara serentak dan bersama-sama, maka petani kelapa sawit dapat memiliki kekuatan untuk menyuplai kebutuhan CSPO di masa depan. (T1







