Berita Lintas
sawitbaik

Sertifikat RSPO Terakreditasi ASI



Sertifikat RSPO Terakreditasi ASI

INFO SAWIT, JAKARTA  -  Dikatakan pula oleh CEO RSPO, Darrel Webber, bahwa para anggota RSPO perlu meningkatkan kepedulian mereka akan satu sama lainnya supaya dapat mewujudkan visi pembangunan minyak sawit berkelanjutan bagi dunia. Menurutnya, keberadaan produksi minyak sawit berkelanjutan ala RSPO, menjadi pilihan bagi konsumen yang peduli akan sosial dan lingkungan sekitarnya.

Perjalanan panjang yang sudah dilalui bersama seluruh anggota RSPO, memberikan banyak pengalaman baru dalam penambahan ilmu pengetahuan baru. Sebab itu, menurut Darrel, dibutuhkan banyak inovasi baru dalam menghasilkan minyak sawit berkelanjutan ala sertifikasi RSPO sebagai norma. “Dibutuhkan kepedulian semua anggota untuk menjadikan CSPO sebagai norma,” kata Darrel menjelaskan.

Sebagai informasi, Certified on Sustainable Palm Oil (CSPO) merupakan minyak sawit yang telah diproduksi dengan menerapkan prinsip dan kriteria berkelanjutan yang secara sukarela dilaksanakan anggota RSPO. Penerapan secara sukarela itu, disertifikasi oleh pihak ketiga atau lembaga auditor independen yang terdaftar di organisasi RSPO. Pekebun harus dapat menunjukkan bukti obyektif kepatuhan terhadap indikator mayor dan minor dari Prinsip & Kriteria RSPO.

Untuk sertifikasi RSPO, keputusan penerbitan sertifikasi dapat dilakukan oleh komite sertifikasi lembaga sertifikasi yang telah diakreditasi oleh ASI. Dalam skema RSPO, sertifikat dapat diterbitkan sepanjang tidak terdapat ketidakpatuhan major, sedangkan ketidakpatuhan minor tetap dapat memungkinkan sertifikat diterbitkan dengan syarat harus sudah diperbaiki atau ditutup pada waktu surveillance pertama.

Jika pekebun telah berhasil mendapatkan sertifikat,  maka hasil produksi minyak sawit berkelanjutan dapat dijual kepada konsumennya dengan menggunakan label RSPO.

Keberadaan CSPO tersebut, merupakan produk berkelanjutan akan minyak sawit, yang sebagian besar dihasilkan negara-negara tropis di dunia. Selain Thailand, Malaysia dan Indonesia merupakan negara-negara produsen besar akan minyak sawit bagi konsumsi pasar minyak nabati di dunia.

Melalui penerapan prinsip dan kriteria berkelanjutan, maka perkebunan kelapa sawit dapat menghasilkan produksi minyak sawit, dengan tetap memperhatikan sosial dan lingkungan sekitarnya. Pasalnya, keberadaan prinsip dan kriteria yang diterapkan, juga menitikberatkan kepada pengelolaan sosial dan lingkungan sekitar perkebunan.

Jika dilakukan secara baik dan benar, maka penerapan prinsip dan kriteria berkelanjutan, juga akan membantu pekebun untuk menghasilkan produktivitas yang tinggi. Pasalnya, budidaya terbaik dan berkelanjutan juga termaktub di dalamnya. Semisal, penanaman benih sawit unggul, menjadi bagian dari syarat yang dibutuhkan. Sehingga, perkebunan kelapa sawit harus menggunakan benih sawit unggul yang jelas asal mula keberadaan sumbernya. (T1)