INFO SAWIT, MUMBAI - Asosiasi industri minyak nabati yang berbasis di Mumbai Solvent Extractors' Association (SEA) melaporkan, pihaknya telah melakukan kerjasama denganlembaga nirlaba Solidaridad yang berbasis di Hong Kong guna mengembangkan kerangka skim berkelanjutan untuk India, langkah ini dilakukan lantaran isu lingkungan dan pola praktik budiaya yang berbeda dengan yang ada di Indonesia dan Malaysia.
Tulis Reuters, langkah ini dilakukan akibat munculnya berbagai tekanan terkait tudingan perusakan hutan dalam pembukaan lahan, termasuk mulai tingginya kepedulian pembeli (konsumen) dalam memperoleh produk yang bersertifikat ramah lingkungan.
Terlebih hingga saat ini tutur Direktur Eksekutif SEA, BV Mehta, impor minyak nabati India naik sekitr 70%, sementara upaya India membuka lahan kelapa sawit guna membantu pengurangan impor, lantaran India hanya mampu memproduksi 200 ribu ton minyak sawit dari lahan seluas 250 ribu ha, dimana impor minyak sawit India diperkirakan mencapai 9 juta ton per tahun. (T2)










