Berita Lintas
sawitbaik

30% Produksi CPO Global berasal dari 3 Juta Petani



CEO RSPO, Darrel Webber
30% Produksi CPO Global berasal dari 3 Juta Petani

INFO SAWIT, BANGKOK –Forum Roundtable (RT) RSPO ke-14 tahun, lebih mendorong para pemangku kepentingan untuk saling berbagi pengetahuan dan berbagi keahlian dalam menjadikan minyak sawit berkelanjutan (CSPO) sebagai norma bagi produksi dan konsumsi minyak sawit global. Sebab itu, keberadaan produksi juga harus didorong melalui penyerapan pasar CSPO bagi pasar global.

Menurut CEO RSPO, Darrel Webber, keberadaan minyak sawit berkelanjutan juga harus mampu mengajak keterlibatan para pemangku kepentingan untuk memiliki komitmen akan transformasi pasar minyak sawit berkelanjutan. Pentingnya komitmen ini sebagai upaya bersama untuk memastikan kebersamaan tanpa ada yang tertinggal di belakang.

“Kemitraan inklusif menjadi sangat penting pada tahap ini karena dapat merangkul berbagai konsep transformasi pasar melalui komitmen untuk tidak membiarkan siapapun tertinggal. Partisipasi dan efektifitas para pemangku kepentingan harus ditingkatkan guna memastikan skema sertifikasi dapat memberi manfaat terhadap keberlanjutan. Hanya melalui kerjasama yang kuat dan aksi bersama, kita dapat mencapai visi tersebut”.

RSPO juga kembali menegaskan keberadaannya untuk memimpin perubahan dengan memastikan tidak ada pihak yang tertinggal dalam proses transformasi, termasuk petani kelapa sawit kecil dan membantu menyediakan akses ke pasar global bagi mereka. Sebab itu, keterlibatan petani sebagai pemasok CSPO merupakan bagian dari perjuangan bersama.

“Lebih dari 3 juta petani kelapa sawit di seluruh dunia dan berkontribusi sebesar 30% bagi produksi minyak sawit global. Jumlah tersebut berasal dari 40% dari total lahan perkebunan kelapa sawit di dunia. RSPO berupaya untuk mendukung keberadaan petani kecil dengan membantu keberadaannya,” tandas Darrel menegaskan.

Dukungan RSPO kepada petani kelapa sawit itu diberikan untuk memastikan keberadaan produksi CSPO yang dilakukan petani berlandaskan prinsip dan kriteria berkelanjutan. Dalam melakukan budidaya terbaik dan berkelanjutan, petani kelapa sawit diharapkan mampu mengelola perkebunan kelapa sawitnya, dengan memperhatikan kondisi sosial dan lingkungan sekitarnya. (T1)