Berita Lintas
sawitbaik

Palma Serasih Bentuk TKTD, Jaga Lahan Dari Kebakaran



Palma Serasih Bentuk TKTD, Jaga Lahan Dari Kebakaran

INFO SAWIT, JAKARTA - Kebakaran lahan yang terjadi pada tahun 2015 lalu telah menjadi peringatan bagi perusahaan perkebunan kelapa sawit saat ini untuk tidak lalai dalam menjaga areal perkebunannya dari kejadian kebakaran lahan.

Diakui, kebakaran lahan tahun lalu telah berdampak buruk bagi usaha perkebunan utamanya, dan masyarakat terpapar akibat kabut asap tebal dan memicu terjadinya serangan penyakit infeksi saluran pernafasan akut. (ISPA).

Sebab itu, guna mencegah terjadinya kebakaran lahan dan juga adanya himbauan pemerintah untuk menjaga lahan dari kobaran api, Palma Serasih Group pun melakukan langkah-langkah pencegahan.

Upaya pencegahan kebakaran lahan pun menjadi salah satu fokus perusahaan. Ini dibuktikan dengan, setiap kebun (estate) milik perusahaan,telah dibentuk Tim Kesiagaan dan Tanggap Darurat (TKTD). Misalnya, di Tepian Langsat Mill (TLSM), tim TKTD terdiri dari Regu Evakuasi berjumlah 6 orang, Regu Transportasi dan Komunikasi berjumlah 4 orang. Regu Peralatan & Logisitik berjumlah 5 orang, Regu P3K berjumlah 4 orang dan Regu Pemadam sebanyak 5 orang.

Sementara di Gunung Karunia Alfa Estate  (GKAE), Tim Kesiagaan dan Tanggap Darurat dibentuk ditiap divisi dari divisi 1 hingga divisi 8, yang dipimpin oleh seorang Ketua Satuan Pelaksana (Satlak). Untuk TKTD di setiap divisi terdiri dari Regu Pemadam dan Evakuasi, Regu Transportasi dan Komunikasi, Regu Peralatan & Logistik, serta Regu P3K -setiap divisi itu, TKTD beranggotakan rata-rata 14 orang.

Demikian juga TKTD di Tepian Langsat Estate (TLSE), dibentuk di divisi 1 hingga divisi 9 dengan rata-rata jumlah anggota sebanyak 14 orang.  Hampir serupa, TKTD di Gunung Karunia Omega Estate (GKOE), juga dibentuk di seluruh divisi dari divisi 1 hingga divisi 7, hanya TKTD di GKOE untuk setiap regunya berjumlah rata-rata 10 orang.

Di PT Anugerah Energitama, satuan petugas (satgas) tersebut didukung dengan peralatan pemadam kebakaran, seperti mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) yang berjumlah 1 unit, serta tanki air untuk traktor sebanyak 6 unit, dan di GKAE, GKOE dan TLSE, disediakan masing-masing 2 unit.

Selain didukung peralatan untuk mencegah kebakaran, dari informasi yang didapat Info SAWIT, perusahaan juga membuat pos pantau menara api. Bahkan pada musim kering tahun lalu, perusahaan telah menerapkan kegiatan rutin pengawasan keliling untuk upaya pencegahan kebakaran lahan. Kegiatan ini dilakukan juga untuk kebun plasma tanpa ada pembedaan. Sebab itu jika ditemukan titik api, pihak perusahaan akan segera melaporkan ke Pos Polisi dan dilanjutkan ke Badan Lingkungan Hidup (BLH).

Tercatat, untuk upaya pencegahan kebakaran ini, selain melengkapi peralatan pemadam kebakaran, perusahaan juga telah membangun menara pantau, setidaknya sebanyak 3 unit menara, terletak di GKAE di divisi 1, TLSE di divisi 7 dan di GKOE di divisi 2.

Selain melakukan membangun menara pantau dan melengkapi peralatan pemadam kebakaran, perusahaan ini juga aktif melakukan sosialisasi dengan masyarakat, serta melakukan kerjasama dengan masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran lahan.

Dengan melibatkan masyarakat, diharapkan, adanya perasaan saling menjaga perkebunan kelapa sawit tumbuh dan berkembang dan dapat menghindari bencana kebakaran lahan. (T2)