INFO SAWIT, PANGKALANBUN - Operator sejumlah perkebunan sawit terbesar di dunia, Federal Land Development Authority (Felda) akan melakukan perombakan besar-besaran pada jajaran manajemen perusahaan, termasuk jajaran dewan direksi.
Harapan di balik program reshuffle ini adalah untuk mengembalikan kejayaan, prestise dan kehormatan perusahaan. Demikian pernyataan tertulis manajemen Felda seperti dilansir mpoc.org.my, dan dikutip borneonews.
Tan Sri Shahrir Abdul Samad, yang baru ditunjuk sebagai Chairman baru Felda menggantikan Tan Sri Mohd Isa Abdul Samad, mengatakan, perubahan ini dimaksudkan untuk memberikan napas baru dan melakukan langkah baru untuk mengatasi berbagai tantangan ke depan. Tan Sri Mohd Isa Abdul Samad sendiri habis masa jabatannya pada 31 Desember 2016. Namun, Mohd Isa, masih menjabat sebagai Chairman di Felda Global Venture Holdings Bhd (FGVH).
Shahrir juga menyebutkan, perubahan jajaran direksi harus praktis dan sejalan dengan kebutuhan, yaitu sebagai pelindung bagi masa depan pekerja di lahan sawit.
“Dewan direksi harus terdiri dari tim para direktur yang kuat yang memahami kekuatan dan kelemahan Felda," ucapnya.
Yang menjadi perhatian perusahaan saat ini terkait dengan para pekerja di lahan sawit adalah soal pendapatan mereka, juga kesanggupan membayar pinjaman dan tempat tinggal bagi pekerja generasi kedua. (T2)










