INFO SAWIT, JAKARTA - Mengawali karir sebagai Cadet planter di perusahaan perkebunan United Plantations Bhd tahun 1993 silam. Carl Bek-Nielsen masih menyelesaikan kuliahnya di Universitas Royal Veterinary and Agriculture di Copenhagen, Jurusan Agricultural Science. Pada tahun 1997, Carl berkarir sebagai Corporate Affairs Officer di perusahaan yang sama.
Hingga saat ini, masih di United Plantation Bhd., Carl menjabat sebagai Vice Chairman sejak tahun 2002 dan sebagai Chief Executive Director sejak tahun 2013 silam. Dengan memiliki status permanent resident di Malaysia, Carl juga aktif sebagai anggota Malaysian Palm Oil Association (MPOA) dan Malaysian Palm Oil Council (MPOC). Selain itu, dirinya juga didampuk sebagai anggota Programme Advisory Committee di Malaysian Palm Oil Board (MPOB).
Dirinya ditunjuk menjabat sebagai Co-Chairman mewakili pekebun sawit yang duduk di dalam Board of Governors RSPO sejak November 2014 lalu. Keberadaan Carl di dalam organisasi RSPO, berdasarkan pengalamannya selama lebih dari 20 tahun berkarir di perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Menurut Carl, keberadaan RSPO untuk mempromosikan minyak sawit dihasilkan melalui prinsip dan kriteria berkelanjutan. Menurutnya, keberadaan RSPO harus memiliki peranan nyata bagi produksi minyak sawit berlandaskan prinsip dan kriteria berkelanjutan yang disepakati para anggota RSPO.
Terlebih keberhasilan perkebunan kelapa sawit dalam melakukan produksi minyak sawit berkelanjutan (CSPO), juga harus mendapatkan dukungan dari anggota RSPO lainnya. Dukungan yang dapat diberikan anggota RSPO dari sektor lainnya, berupa pembelian atau konsumsi atas produk CSPO yang berhasil dilakukan.
“Pentingnya mengonsumsi CSPO oleh anggota RSPO lainnya, supaya terjadi keseimbangan antara suplai dan permintaan,” kata Carl Bek-Nielsen menjelaskan kepada Info SAWIT.
Keberadaan konsumsi yang dilakukan para anggota RSPO lainnya, tentu saja akan menumbuhkan keberadaan pasar CSPO yang masih minim dari permintaan pasar global. (T1)







