Berita Lintas
sawitbaik

Ini Inovasi Sawit Bisa Dongkrak Daya Saing Kebun Sawit Nasional



Ini Inovasi Sawit Bisa Dongkrak Daya Saing Kebun Sawit Nasional

INFO SAWIT, JAKARTA -  Inovasi adalah implementasi yang berhasil dari ide-ide kreatif. Semua inovasi diawali dari ide yang kreatif. Kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide baru yang terdiri dari 3 aspek yaitu keahilan, kemampuan berfikir fleksibel dan imajinatif, dan motivasi internal. Dalam proses inovasi, individu mempunyai ide-ide baru, berdasarkan proses berfikir imajinatif dan didukung oleh motivasi internal yang tinggi. Namun demikian sering kali, proses inovasi berhenti dalam tataran menghasilkan ide kreatif saja dan hal ini tidak dapat dikategorikan dalam perilaku inovatif.

Perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit menghasilkan/produk barang yang sama yaitu TBS, perbedaannya  terletak pada harga jual TBS per kg.  Harga jual dari TBS ditentukan oleh yaitu laba yang ingin diperoleh, laba diperoleh dari  pengurangan antara harga jual dengan  harga pokok produksi/penjualan. Sedangkan besar kecilnya harga pokok produksi ditentukan oleh proses produksi.

Inovasi terdiri dari lima unsur diantaranya pertama, memperkenalkan produk baru atau perubahan kualitatif pada produk yang sudah ada, kedua, memperkenalkan proses baru ke industri, ketiga, membuka pasar baru, keempat, mengembangkan sumber pasokan baru pada bahan baku atau masukan lainnya, dan kelima, perubahan pada organisasi industri.

Dengan demikian, inovasi pada perkebunan kelapa sawit adalah bagaimana mengembangkan proses baru dalam menghasilkan TBS dan perubahan pada organisasi, sehingga proses produksi menjadi lebih baik dan lebih efisien serta membuka pasar baru. Disinilah peranan penting dari inovasi.

Proses inovasi harus seiring dengan prinsip going concern pada perusahaan perkebunan agar perusahaan perkebunan terus bisa bertahan dalam lingkungan bisnis yang semakin kompetitif di masa-masa yang akan datang.

Pengembangan perusahaan perkebunan kelapa sawit di masa mendatang akan ditentukan oleh seberapa besar kemampuan perusahaan  untuk secara terus-menerus melakukan inovasi dalam mengembangkan dan menemukan teknologi baru yang lebih produktif, efisien, ramah terhadap lingkungan dan mampu memberikan manfaat masyarakat sekitar kebun. Inovasi teknologi dapat berupa teknik budidaya, teknologi proses, maupun inovasi kelembagaan dan sosial dalam sistem industri perkebunan yang utuh dan sinergis.

 Contoh inovasi teknologi proses yang terjadi pada saat ini  misalnya  perubahan sistem perebusan PKS dari “horizontal sterilizer” menjadi “vertical sterilizer”. Contoh inovasi budidaya perubahan dari pemeliharaan tanaman secara manual menjadi kimiawi, ditemukannya bibit unggul  D x P PPKS 540 dan D x P PPKS 78. Contoh inovasi teknologi digunakannya komputerisasi dibidang akunting dan manajemen, penggunaan telefax, e-mail, dan lain-lain.

BIN System

Contoh inovasi lainnya seperti perubahan pada sistem pengangkutan TBS dari cara biasa menjadi menggunakan “BIN SYSTEM”. Biasanya guna mengangkut TBS ke PKS, sarana transpornya menggunakan traktor dengan trailer atau truk/dump truk. Pilihan terhadap salah satu jenis sarana transport tersebut dipengaruhi oleh volume tandan yang harus diangkut, jarak yang harus ditempuh, tipe permukaan jalan yang dapat disediakan (yang pada gilirannya dipengaruhi oleh jenis-jenis bahan yang tersedia untuk itu), kondisi topografi, dan lain-lain. Traktor dan trailer memilki keunggukan-keunggulan, yakni kapasitas angkutnya tinggi, lebih mampu melewati jalan-jalan yang licin, basah, dan berlumpur, dan bila perlu dapat digunakan untuk jenis-jenis pekerjaan lain, seperti membajak tanah. Kelemahan sarana ini adalah kecepatannya relatif rendah. Truk/Dump Truk pada umumnya berkapasitas angkut rendah, kurang mampu melewati jalan berlumpur, tetapi dapat berjalan dengan kecepatan tinggi.

Dengan adanya inovasi,  pengangkutan TBS ke PKS dapat dilakukan dengan menggunakan SISTEM BIN. Peralatan untuk menunjang SISTEM BIN ini antara lain, BIN (Bak Penampungan)

Bak terbuat dari plat besi yang berlubang disamping, berbentuk persegi panjang dan berfungsi sebagai tempat pengumpulan TBS dari TPH (Tempat Pemungutan Hasil) mempunyai kapasitas 8 s/d 10 ton TBS. Untuk setiap afdeling minimal harus ada 5 unit BIN dan mampu mengangkut lebih dari 80 ton TBS setiap harinya.

Lantas, penggunaan traktor MF 2415 (45 HP)  dengan Scissor Lift. Traktor yang digunakan untuk menarik Scissor Lift  ada dua tipe yaitu Traktor  tipe Ford TT 55 (55 HP) dan Traktor MF tipe 2415 (45 HP).        

Scissor Lift berupa gandengan hydrolik dengan kapasitas kurang lebih 2  s/d 2,5 ton TBS dan digunakan bersama sama dengan Traktor untuk mengangkut TBS dari TPH ke BIN. Serta truck HINO PS 220 dan Prime Mover

Truck HINO PS 220 yang dilengkapi dengan sistem hydrolik yang berguna untuk  mengangkat BIN yang telah penuh keatas Truck dan selanjutnya di kunci. Truck beserta BIN yang berisikan TBS diangkut ke PKS dan TBS dibongkar di PKS seperti Dump Truk lainnya.

Cara kerja sistem BIN ini dilakukan mengikuti pola panen di kebun, misalnya untuk 5 BIN dilakukan pengaturan penempatannya. Penempatan BIN tergantung ancak panen, bila ancak panen berada pada blok yang berseberangan dengan Main Road, maka BIN ditempatkan pada Main Road. Bila ancak panen pada blok yang sejajar dan tidak menyeberang Main Road, maka penempatan BIN ditengah-tengah Collection.

Dengan cara ini bakal mempersingkat perjalanan traktor Scissor Lift lantaran jaraknya tidak akan lebih 700 meter sehingga waktu pengisian BIN akan lebih cepat. (Maruli Pardamean/penulis Buku-Praktisi Perkebunan)