INFO SAWIT, NANGA TAYAP – Setelah berhasil menjaga tidak terjadinya kebakaran selama tahun 2016, pembentukan Desa Siaga Api, atas kerjasama antara PT Agrolestari Mandiri anak usaha PT SMART Tbk, Pemprov Kalimantan Barat, dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), maka di tahun 2017 ini status Desa Siaga Api pun dinaikan dan ditambah dengan indikator kemakmuran menjadi "Desa Makmur Peduli Api".
Dikatakan CEO PT Agrolestari Mandiri, Susanto Yang, sebelumnya tujuan dibentuknya Desa Siaga Api, untuk secara bersama masyarakat pro akif dalam mencegah terjadinya kebakaran. ”Mencegah jauh lebih baik dibandingkan memadamkan api, 8 desa binaan sudah menunjukan kinerja yang baik dan sepanjang 2016 lalu tidak terjadi kebakaran, hanya spot-spot kecil yang bisa dipadamkan dengan cepat,” katanya dalam acara pembentukan Desa Makmur Pedulia Api, yang dihadiri Info SAWIT, belum lama ini di Nanga Tayap.
Diakui Susanto, keberhasilan tidak terjadi kebakaran di tahun2016 itu, juga didukung dengan adanya La-nina, lantaran bulan kering di 2016 hanya sebanyak 3 bulan, sisanya musim basah alias hujan.
Namun di 2017 ini diprediksi musim kering akan kembali datang, sebab itu upaya pencegahan dengan melibatkan masyarakat menjadi sangat penting. Namun untuk di 2017 ini program yang sebelumnya bernama Desa Siaga Api, terjadi perubahan dengan tambahan indikator makmur, menjadi Desa Makmur Peduli Api.
Lebih lanjut kata Susanto, dengan dibentuknya Desa Makmur Peduli Api berarti masyarakat desa tidak hanya didorong untuk bekerjasama dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga disaat bersamaan masyarakat dibantu untuk meningkatkan kesejahteraannya.
Ini lantaran program Desa Makmur Peduli Api ini memiliki tiga point penting, pertama, pencegahan kebakaran, kedua, konservasi dan perlindungan ekosistem lokal dan ketiga, peningkatan pasokan kebutuhan pangan masyarakat.
Kata Susanto, peningkatan pasokan pangan ini sejalan dengan program pemerintah yang mendorong peningkatan ketahanan pangan masyarakat, disaat harga pangan yang semakin mahal dan sulit didapat, utamnya di wilayah potensi kebakaran.
Sebab itu dalam salah satu program Desa Makmur Peduli Api, masyarakat didorong mampu membuka kebun sayur dengan memanfaatkan pekarangan, lahan tidur dan dibuka dengan cara tidak membakar. “Selain mampu mencegah kebakaran lahan, perlahan-lahan masyarakat didorong untuk memiliki kebun sayur yang sekaligus sebagai tambahan pendapatan,” tandas Susanto. (T2)







