Berita Lintas
sawitbaik

SMART Lindungi Konservasi 75 Ribu Ha



SMART Lindungi Konservasi 75 Ribu Ha

INFO SAWIT, KETAPANG – Merujuk informasi dari PT SMART Tbk, anak usaha GAR, kedepan akan terus mengembangkan unsur-unsur program pencegahan kebakaran yang berhasil dilaksanakannya ke dalam satu program bernama Desa Makmur Peduli Api, yang menggabungkan tiga elemen penting – pencegahan kebakaran, konservasi dan ketahanan pangan.

Tahun ini, perhatian yang lebih besar akan diberikan pada pelaksanaan konservasi bersama masyarakat untuk melindungi hutan dengan Nilai Konservasi Tinggi dan kawasan dengan Stok Karbon Tinggi.

Tercatat di seluruh Indonesia, SMART/GAR telah mengidentifikasi kawasan seluas 75.000 hektar di dalam wilayah operasional perkebunannya (setara dengan luas ukuran Singapura), untuk dikonservasi. Dari jumlah tersebut, di Propinsi Kalimantan Barat perusahaan saat ini dalam proses merehabilitasi lahan gambut seluas 2.600 hektar dan mengkonservasi sekitar 17.000 hektar kawasan hutan bernilai konservasi tinggi bersama-sama dengan masyarakat.

Managing Director Sustainability PT SMART/GAR, Agus Purnomo, mengatakan, dari capaian selama ini, pihak perusahaan merencanakan untuk mengembangkan pelaksanaan program Desa Makmur Peduli Api dengan menambahkan kegiatan pelestarian fungsi ekosistem lokal, meningkatkan produktifitas lahan pertanian masyarakat tanpa membakar, melatih lebih banyak warga masyarakat untuk memahami manfaat pencegahan kebakaran, “Serta dengan dukungan pemerintah dan instansi terkait meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa-desa percontohan,” katanya dalam rilis yang diterima Info SAWIT belum lama ini.

Selain itu, SMART juga sedang melaksanakan program percontohan yang dikenal dengan nama Sekolah Lapangan di desa Lembah Hijau 2, yang melatih warga masyarakat setempat untuk menerapkan teknik pertanian ekologis terpadu tanpa bakar dalam mengelola lahan.

Program ini sejalan dengan himbauan Pemerintah bagi pelaku usaha di sektor perkebunan untuk memfasilitasi upaya membangun mata pencarian alternatif bagi masyarakat. “SMART berencana untuk melaksanakan program ini di tujuh desa lainnya di Propinsi Kalimantan Barat secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang,” tandas Agus. (T2)