INFO SAWIT, SAMARINDA – Kendati situasi ekonomi global dan nasional sedang terpuruk. Namun ada dua sektor yang dianggap memengaruhi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Pelaksana tugas (Plt) Biro Perekonomian, Usdiansyah mengatakan, dua sektor yang mempengaruhi kestabilan pertumbuhan ekonomi tersebut, yaitu dari dana pemerintahan serta diimbangi oleh komoditi andalan Kaltara pertambangan dan perkebunan. “Kalau tahun lalu pertumbuhan ekonomi Kaltara berada di angka 5 persen,” sebutnya.
Tutur Usdiansyah yang sebelumnya tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kalimantan Timur (Kaltim) ini manargetkan, tren di tahun 2017 bisa lebih meningkat lagi dari 5 persen. “Tahun ini targetkan di atas 5 persen, atau naik 1 persen lah,” harapnya seperti ditulis prokal.co.
Manurutnya, geliat sektor pertambangan dan perkebunan khususnya sawit di Bumi Benuata--sebutan lain Kaltara dinilai cukup menjanjikan. Sebab dana yang beputar dari kedua sektor tersebut dapat langsung bersentuhan dengan masyarakat. Dampaknya, perputaran uang hasil pengelolaan sumber daya alam (SDA) ini dapat menjadi faktor penentu siklus perekonomian di provinsi ke-34 ini. “Beberapa sektor pertambangan, perkebunan sawit dan juga migas sangat memengaruhi ekonomi di sini (Kaltara),” sebut dia.
Dia mengungkapkan, SDA Kaltara yang cukup melimpah sudah harus berbanding lurus dengan tingkat perekonomian dalam hal ini kesejahteraan masyarakat. Terlebih saat ini Kaltara sudah dilirik oleh beberapa investor dari luar.
Lanjutnya, tahun lalu Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Kaltara secara nasional berada di urutan 13 totalnya mencapai Rp 3,29 triliun. Sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) berada di urutan 25% USD 68,39 juta. Ia menambahkan, selain sektor tersebut. Pemprov Kaltara juga harus memulai memanfaatkan SDA di sektor hilir. Sebab hingga saat ini belum terlihat adanya kegiatan yang bergerak di sektor hilir tersebut. (T2)










