INFO SAWIT, BONTANG - Raksasa bisnis Gama Corporation (Gamacorp) berencana membangun pabrik minyak goreng dan biodiesel skala nasional di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim). Melalui anak perusahaannya, PT Energi Unggul Persada, Gamacorp siap menggelontorkan investasi senilai Rp 1 triliun sebagai bentuk keseriusan membangun agro industri berbasis kelapa sawit.
Rencana bisnis ini disampaikan Research and Business Development, Gamacorp, Lian Pongoh saat menyampaikan presentasi rencana bisnisnya di hadapan Walikota Bontang, Neni Moerniaeni, di satu hotel di Jakarta, belum lama ini. "Kami sudah lakukan riset. Bontang strategis untuk membangun industri refinery sawit di Kaltim," ujar Lian Pongoh belum ini, seperti dilansir tribunkaltim.co.
Lian juga mengatakan, Kota Bontang yang berada di jantung Provinsi Kaltim sangat cocok jadi lokasi pembangunan pabrik minyak goreng dan biodiesel. Pasalnya, Bontang dikeliling sejumlah kabupaten penghasil sawit terbesar di Kaltim, seperti Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Berau, termasuk Penajam Paser Utara dan Paser. Saat ini total perkebunan sawit produktif di Kaltim sudah melampui 1 juta hektare.
Dengan luasan tersebut, sudah semestinya Kaltim mulai membangun industri turunan (downstream) dari perkebunan sawit. Tidak hanya berakhir pada pembuatan crude palm oil (CPO). "Bahan baku CPO sangat melimpah, makanya kami yakin, Bontang sangat cocok jadi lokasi refinery sawit. Nilai investasinya sekitar Rp 1 triliun," paparnya.
Walikota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan, pihaknya menyambut baik rencana investasi Gamacorp di Bontang. Neni pun siap membantu urusan perizinan demi mewujudkan pembangunan produk industri turunan (downstream) CPO yang dihasilkan dari bumi etam itu. "Silahkan, kami sangat terbuka dengan investasi, apalagi bahan bakunya dari bumi Kaltim. Itu jauh lebih baik ketimbang CPO dikirim dan diolah di luar Kaltim," ungkap Neni.
Neni juga meminta agar pihak Gamacorp membuka ruang kerjasama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Bontang, terlibat langsung dalam kegiatan industri pengembangan minyak goreng dan biodiesel. Peluang kerjasama ini, antara lain, dilakukan dalam hal pembangunan dan pengelolaan pelabuhan khusus (Pelsus) untuk kawasan industri di Bontang Lestari. (T2)







