Berita Lintas
sawitbaik

Produsen dan Konsumen, Punya Tanggungjawab Setara Dorong Sawit Berkelanjutan



Produsen dan Konsumen, Punya Tanggungjawab Setara Dorong Sawit Berkelanjutan

INFO SAWIT, JAKARTA - Berbagai perdebatan yang sering terjadi mengenai keberadaan minyak sawit, sejatinya perlu mendapatkan respon dan penjelasan seutuhnya dari para anggota RSPO. Keaktifan anggota RSPO diperlukan, guna mempromosikan CSPO sebagai norma bersama yang dapat digunakan konsumen di seluruh dunia.

Ketimbang memperdebatkan baik atau buruk, atau melakukan boikot minyak sawit, cara terbaik yang dapat dilakukan, menurut Wakil Ketua Roundtable On Sustainbale Palm Oil (RSPO) Carl Bek-Nielsen dengan terlibat langsung di dalam proses produksi minyak sawit berkelanjutan. Dimana, tanggung jawab keberlangsungan produksi CSPO bukan hanya di produsen, melainkan juga di pihak konsumen yang membutuhkannya.

Sebab menurut Carl, keberadaan minyak sawit berkelanjutan, satu-satunya pilihan alternatif bagi minyak nabati lainnya. “Saya tidak menyarankan untuk hanya menggunakan minyak sawit semata, namun keberadaannya memang sebagai minyak nabati alternatif yang mampu memasok untuk kebutuhan dunia,” ujarnya menegaskan.

Kendati banyak pilihan dalam mengonsumsi minyak nabati, namun menurutnya, minyak sawit berkelanjutan yang berhasil disertifikasi RSPO merupakan pilihan paling bijak untuk dapat dikonsumsi.

“Peningkatan konsumsi akan minyak nabati di dunia, hanya dapat terpenuhi oleh minyak sawit yang memiliki produktivitas paling tinggi dibandingkan minyak nabati lainnya,” kata Carl menjelaskan.

Terlebih dengan mendorong serapan pasar CSPO lebih membesar, maka perusahaan dan petani perkebunan kelapa sawit, juga dapat lebih meningkatkan produktivitas kebun sawit milik mereka, berlandaskan prinsip dan kriteria berkelanjutan. Sehingga, pasar minyak nabati global juga memiliki andil dalam menghasilkan CSPO.

“Bila pasar CSPO membesar, maka petani kelapa sawit yang bekerja di perusahaan perkebunan maupun yang petani swadaya dapat menikmati kesejahteraan yang lebih baik di masa depan,” katanya bersemangat.

Lantaran tuntutan akan produk berkelanjutan, pada awalnya berasal dari pasar Uni Eropa, Carl meminta pemberian contoh langsung dari pasar Uni Eropa untuk segera menyerap produksi CSPO yang sudah banyak dihasilkan produsen minyak sawit anggota RSPO. Pasalnya, sebagian besar para pengguna minyak sawit di pasar Uni Eropa, juga merupakan anggota RSPO yang masih terus mengulur waktu penggunaannya.

“Jangan hanya menuntut produsen untuk menghasilkan minyak sawit berkelanjutan (CSPO) semata, melainkan juga harus memberikan contoh dengan menyerap produksi CSPO yang sudah berhasil dilakukan,” kata Carl seraya berharap. (T2)