JAKARTA – Maraknya isu kebakaran lahan yang terjadi selama tahun 2015 lalu akibat pengembangan kelapa sawit, memunculkan beragam pertanyaan lantaran benarkah demikian?
Menurut Bayu Krisnamurthi yang sebekumnya menjabat Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS), mengajak semua pihak untuk terbuka dan tidak harus menerima isu dengan tanpa melihat data-data sahih yang telah diterbitkan berbagai lembaga internasional.
Menurut Bayu, lahan gambut di Indonesia merujuk Balit Tanah Kementerian Pertanian, seluas 14,9 juuta ha, sementara lahan sawit yang dikelola di areal gambut mencapai 1,5 juta ha. “Dengan demikian lahan gambut yang ditanami sawit hanya mencapai 3% dari total lahan gambut yang ada di Indonesia,” kata Bayu.
Sementara, bila dibandingkan dengan dengan luasan lahan sawit Indonesia mencapai 11,4 juta ha, maka lahan gambut yang ditanami sawit hanya sekitar 10%. “Dengan jumlah luasan sawit di lahan gambut yang tidak lebih dari 10% itu apakah kemudian menjadi musabab terbakarnya lahan gambut di Indonesi, lantas jika ada sawitnya tidak mungkin orang akan membakar kebunnya sendiri,” tutur Bayu.
Lebih lanjut tutur Bayu, untuk beberapa data yang disajikan lembaga internasional juga mencatat, bahwa lahan yang terbakar dan ada di lahan konsesi perkebunan kelapa sawit hanya sekitar 20%, dari total lahan gambut yang terbakar. (T2)







