Berita Lintas
sawitbaik

MENGAJAK ANAK MUDA PEDULI PRODUK BERKELANJUTAN



MENGAJAK ANAK MUDA PEDULI PRODUK BERKELANJUTAN

Guna mendorong kepedulian konsumen, khususnya anak muda umur 18 sampai 24 tahun, Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) meluncurkan program “Youth Leader in Sustainability”, kompetisi untuk memilih duta muda sustainability

Gagasan ini adalah guna mencari anak muda berbakat yang peduli lingkungan menjadi duta sustainability. Sekaligus menjadi cara untuk mengedukasi konsumen, apalagi merujuk catatan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), saat ini minyak sawit mentah yang tersertifikat RSPO baru mencapai 17% dari total produksi minyak sawit di dunia.

Angka tersebut terbilang masih kecil dan masih jauh untuk bisa mencapai minyak sawit berkelanjutan menjadi norma. Bahkan merujuk riset yang dilakukan belum banyak pula edukasi yang dilakukan, supaya konsumen paham dengan minyak sawit berkelanjutan. “Kata sustainability belum begitu dipahami bagi para pemuda, sustainability pun baru dipahami sebagai jargon lingkungan di dunia,” tutur Direktur RSPO Indonesia, Tiur Rumondang kepada InfoSAWIT, belum lama ini di Jakarta.

Sebelumnya RSPO memang fokus pada proses sertifikasi dan memberikan standar berkelanjutan kepada minyak sawit. Sebab itu, tutur Tiur, saatnya RSPO untuk juga bertanggungjawab melakukan edukasi.

Sampai saat ini, utamanya di Indonesia, memang penggunaan produk berkelanjutan terbilang masih sekitar 3-4 produk dan sebagian besar produk itu diimpor dari Eropa atau wilayah lainnya.

Sebab itu guna menggenjot penggunaan produk minyak sawit berkelanjutan, maka peran konsumen menjadi sangat penting. Utamanya konsumen yang masih muda, lantaran konsumen pada level ini bisa menarik bahkan mendorong konsumen lainnya untuk bisa turut serta melakukan tindakan serupa dengan memilih produk-produk berkelanjutan untuk kebutuhan sehari-hari.

Memang diakui sampai saat ini, guna mendorong penggunaan produk berkelanjutan di Indonesia masih terbilang sulit, lantaran tutur Tiur, pihak produsen menganggap belum ada kebutuhan konsumen terkait produk berkelanjutan di Indonesia.

Wajar bila kemudian produk-produk berkelanjutan sangat jarang bahkan tidak ada yang menghiasi etalase departemen store besar di Indonesia. “Siapa yang mesti  memulai, produsen bilang tidak ada permintaan. Sebab itu perlu ada dorongan dari konsumen, bisa dengan buat petisi atau surat langsung, sehingga ada dorongan untuk memasang logo RSPO pada produk-produk minyak sawit di Indonesia,” kata Tiur.

Sasar Konsumen Muda

Program yang digagas RSPO, . . .