INFO SAWIT, KAYONG UTARA – Harga karet beberapa waktu lalu sempat membuat masyarakat frustasi, lantaran harga jualnya yang sangat jauh menurun, sehingga banyak pemilik kebun karet menjual kebun mereka, dan ada sebagian perkebunan masyarakat yang hangus terbakar karena ditelantarkan begitu saja.
“Memang beberapa tahun terakhir ini, banyak yang tidak peduli dengan kebun karetnya. Karena menekuni kebun karet tidak sesuai dengan harga jual,” kata salah satu petani karet Kayong Utara, Daeng Semi saat ditemui di rumahnya di Dusun Parit Bugis, Desa Simpang Tiga, kecamatan Sukadana, belum lama ini.
Kondisi sulit yang dialami petani karet ini, diakui Wak Semi berlangsung beberapa tahun belakangan ini. Akibatnya, petani karet banyak yang tidak mengurus karet dan lebih memilih menjadi buruh di perkebunan kepala sawit.
“Warga kita disini banyak yang kerja sawit dan terpaksa tidak mengurus kebun karet karena harga tak sesuai. Ke sawit lebih menguntungkan walaupun masih jauh dari harapan,” timpalnya seperti ditulis tribunpontianak.co.id.
Dirinya mengisahkan kesulitan yang dialami petani karet di Kayong Utara ini tahun lalu sepertinya akan berubah di awal tahun ini karena pasalnya, beberapa pekan terakhir ini harga karet mulai merangkak naik. Dari harga Rp 6.000 perkilo naik menjadi Rp 11.000. “Sekarang harga sudah naik menjadi Rp 11.000 semoga ini bertahan dan kalau bisa meningkat lagi,” harapnya. (T2)










