INFO SAWIT, SANGATTA – Anggota DPRD Kutai Timur, H. Sjarifuddin HAM, menyoroti adanya perbedaan harga buah kelapa sawit yang jomplang di wilayah Kabupaten Kutim. Maka dari itu, ia mendorong agar pemerintah daerah turun tangan mengatasi perbedaan harga yang terjadi.
Dalam paparannya, Rabu 1 Februari 2017, ketimpangan harga buah sawit segar terdapat di sejumlah daerah seperti di Kecamatan Muara Wahau. Salahsatu perusahaan sawit besar di Muara Wahau misalnya, kata dia, membeli hasil panen warga dengan harga Rp 1.830 per kilogram (kg).
“Kalau di Kecamatan Telen Rp 1.650 per kg. Paling jeleknya itu harga di dua kecamatan, Muara Ancalong dan Muara Bengkal yang hanya Rp 1.200 per kg,” ujar Sjarifuddin HAM ditulis Kliksangatta.com, belum lama ini.
Ia pun mempertanyakan perbedaan harga yang sangat jauh antara kecamatan satu dan lainnya sementara hanya di lingkup satu kabupaten. Kondisi ini, lanjutnya, akan menyulitkan petani yang mengandalkan perkebunan sawit skala kecil karena rendahnya patokan harga beli yang dipasang perusahaan.
”Seharusnya harga itu tidak boleh seperti itu, kasihan para petani kita yang hidupnya hanya mengandalkan dari hasil perkebunan," tegas legislator yang berasal dari Fraksi Nurani Amanat Persatuan (NAP) ini.
Ia mengaku mendapatkan perbedaan harga melalui pantauan di lapangan, ditambah laporan dari petani untuk menindaklanjuti hal tersebut. (T2)










