INFO SAWIT, MAKASSAR,— Hubungan dagang antara Indonesia dengan Arab Saudi makin hangat, pasca-kunjungan Raja Salman. Ini jadi peluang untuk menggencarkan ekspor komoditas andalan. Salah satunya adalah kelapa sawit.
Produk sawit tanah air, masih menuai protes dari Eropa. Isu tak ramah lingkungan terus jadi bahan kampanye negatif di Eropa untuk menjegal ekspor sawit. Tetapi, pengekspor tidak perlu takut, karena masih banyak alternatif. Misalnya, menggarap pasar Arab Saudi.
“Pasar di Eropa memang agak terganggu karena tekanan kompetitor di sana. Hanya saja, kita masih punya opsi pasar lain, yaitu ke negeri Raja Salman,” ucap Ketua Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia Sulawesi, Muchtar Tanong seperti ditulis UPEKS.co.id.
Menurut dia, peluangnya besar karena hubungan dagang sudah terbangun. Apalagi, diketahui negara itu diketahui sering membeli produk-produk kelapa sawit seperti minyak goreng, dari Eropa.
“Kita ekspor ke Eropa, lalu Eropa ekspor ke Arab saudi. Rantai perdagangan ini bisa dipangkas, kita langsung saja ke Arab Saudi,” sebutnya. Kontribusi ekspor kelapa sawit Sulawesi, ungkapnya, itu hanya 6 persen dari total hitungan nasional. Meskipun kecil, jalur ekspor langsung ke Arab Saudi akan memberi income lebih tinggi.
“Sekarang sisa menunggu, Arab Saudi yang berpenduduk 40 Juta jiwa itu. Butuh produk sawit seperti apa. Setelah itu kami siap ekspor,” imbuhnya. (T2)







