INFO SAWIT, MAKASAR– Upaya Andi Hilmy Mutawakkil patut diacungi jempol. Mahasiswa Universitas Negeri Makassar ini bisa mengubah minyak sisa penggorengan (minyak jelantah) menjadi biodiesel. Andi mengaku terinspirasi alternatif bahan bakar setelah ada krisis BBM pada 2011 yang menyebabkan antrean di beberapa wilayah.
Dia mengatakan, antrean terjadi berkilo-kilometer. Waktu itu, dia masih duduk di bangku SMA dan terdorong untuk mencari solusi yang bisa memecahkan masalah tersebut. " Mahasiswa yang seharusnya bisa memberikan solusi perubahan, malah hanya mampu berpangku tangan dan berdemonstrasi, tidak memiliki kontribusi solusi," kata Andi sebagaimana dikutip Merdeka.com, belum lama ini
"Akhirnya, saya mencari solusi untuk permasalahan ini dari apa yang kami bisa. Akhirnya, kami mencoba meneliti berbagai macam jenis energi sampai akhirnya kami mengembangkan biodiesel dari jelantah," tambah dia.
Walaupun digagas sejak tahun 2011, Andi baru bisa mewujudkan usahanya pada tahun 2012. Dia pun mengaku kesulitan mendapatkan dana untuk mulai usahanya itu. Lalu, dia pun mengikuti program Wirausahawan Muda Mandiri (WMM) untuk mencari pendanaan. " Kami mencoba mencari pendanaan dari pemerintah dan swasta di daerah, tapi tidak mendapatkan bantuan sama sekali," tutur dia.
Andi pun mulai merekrut teman-temannya untuk bekerja sama, bergabung ke perusahaannya, CV Garuda Energi Nusantara (Gen-Oil). Salah satunya adalah preman pasar. Temannya ini tidak punya pekerjaan karena tidak bisa melanjutkan sekolah. " Akhirnya, saya ajak dia kerja sama. Saya ajak dia untuk ikut dengan usaha kami," katanya.
Andi mengatakan, minyak jelantah pun menjadi sasaran mereka. Minyak bekas ini banyak dijual di pasar tradisional sebagai minyak curah. Padahal, minyak goreng tersebut sudah tidak layak konsumsi dan bisa merusak kesehatan. (T2)










