INFO SAWIT, JAKARTA – Tercatat lebihd ari 200 desa mencakup seluas 1,5 juta ha, turut serta dalam inisiatif berbasis kemasyarakatan terkait pencegahan kebakaran hutan. Ini merupakan kerjasama beberapa perusahaan dan LSM diantaranya APRIL, Asian Agri, Musim Mas, IDH, PM Haze, IOI Group, Wilmar , dan Sime Darby , wadah Fire Free Alliance (FFA) berdiri tahun 2016 lalu.
Dalam laporannya FFA telah secara cepat melakukan pencegahan kebakaran di 218 desa disejumlah wilayah di Indonesia. Termasuk 77 desa yang telah mendaftarkan diri ke perusahaan-perusahaan anggota FFA untuk terlibat dalam program bebas api yang intensif pada 2016 lalu. Dalam laporannya, para anggota FFA telah melaporkan penurunan insiden kebakaran antara 50% dan 90% dari tahun 2015 hingga 2016.
“Pemdirian FFA bertujuan untuk membantu para anggota dalam berbagi pengetahuan dan sumber daya. Ini menjadikan FFA sebagai wadah bagi anggota untuk saling bahu membahu mengembangkan strategi-strategi yang paling efektif untuk mencegah dan mengelola resio kebakaran melalui kemitraan jangka panjang dengan masyarakat di seluruh Indonesia dan Malaysia,” tutur Direktur Carbon Conservation yang sekaligus menjabat Sekretariat FFA, Dorjee Sun.
Sementara dikatakan Asisten Deputi Tata Kelola Kehutanan Kementerian Koordinator Perekonomian (Kemenko), Parbianto Mukti Wibowo, karakterisktik isu kebkaran di Indonesia selalu sama dan kebakaran terus terjadi di 7 provinsi yang sama dan mencakup sekitar 721 desa, kebakaran juga meliputi daerah berlahan gambut,” katanya dalam preskon FFA, yang dihadiri InfoSAWIT.
Lebih lanjut tutur Parbianto, sekitar 99% kejadian kebakaran karena ulah manusia. Kebakaran ini tidak hanya berdampak kepada manusia tetapi juga terhadap ekologi. “Kita dorong masyarakat melakukan Fire Free Agriculture System, kami juga mengharap masyarakat bisa melakukan kegaiatan budidaya tanpa menggunakan api,” katanya. (T2)










