Berita Lintas
sawitbaik

TKI Kebun Sawit Malaysia Curhat



TKI Kebun Sawit Malaysia Curhat

INFO SAWIT, KEDAH  - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengunjungi perkebunan sawit di Pulau Pinang, Kedah, Malaysia. Menlu menemui para TKI dan mendengar cerita serta keluhan mereka.

Abdul Muis, TKI asal Lombok, bercerita tentang kondisi pekerja di perkebunan sawit. Dia meminta pemerintah Indonesia memberikan jaminan perlindungan bagi TKI, khususnya ketika pulang ke Indonesia.

"Di KL (Kuala Lumpur) sering terjadi, istilahnya dia bilang, 'Nak cari obat terlarang'. Waktu periksa tidak ada, ternyata tidak bawa apa-apa, kita lepas. Bawa duit dihitung tinggal separuh. Ini kan namanya perampokan. Saya heran kenapa orang Indonesia yang digitukan," kata Abdul Muis di hadapan Retno di Kedah, Malaysia, Rabu seperti dilansir detik.com.

Menanggapi cerita Abdul Muis, Retno menyebut ada prosedur pemeriksaan yang memang diatur di bandara. Namun, bila ada permintaan uang oleh oknum tertentu, TKI harus mencatat dan melaporkannya ke KJRI di Penang.

"Kalau merasakan itu, lapor ke KJRI. Kalau diperlakukan tidak benar, laporkan. Kan kalau polis ada nama, peristiwa tanggal berapa, jam berapa, nama siapa dicatat, selesai kasih ke KJRI," imbuhnya.

Dalam pertemuan itu, Retno juga menyampaikan maksud kedatangannya ke perkebunan sawit. Dia ingin memastikan terpenuhinya hak-hak para TKI. Apalagi perlindungan WNI menjadi prioritas pemerintah saat ini.

"Kenapa ada menteri ke ladang, kunjungan ini sangat penting dan prioritas dari pemerintah. Oleh karena itu, kesejahteraan dan keselamatan bapak-bapak ini tanggung jawab kita semua," imbuhnya. (T2)