INFO SAWIT, JAKARTA -- Rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mendorong perusahaan sawit memanfaatkan limbah menjadi listrik. Program tersebut rupanya tidak begitu disambut baik perusahaan sawit. "Uangnya dari mana?," ujar Corporate Affairs Manager PT Musim Mas, Togar Sitanggang tulis Republika, belum lama ini.
Lebih lanjut kata Togar, perlu dana investasi sebesar US$ 4 juta atau sekitar Rp 53 miliar untuk menghasilkan 2 Mega Watt. Angka tersebut diakuinya berat bagi perusahaan meski dikatakan Kementerian ESDM akan memberikan keuntungan finansial bagi perusahaan.
Namun menurut Tigor, investasi metana yang dihasilkan dari limbah sawit lebih kepada lingkungan, bukan bisnis. Lagipula, kata dia, tarif listrik dari biogas yang ditawarkan tidak cukup baik. "Mestinya harganya super premium," katanya. (T2)










