INFO SAWIT, JAKARTA – Merujuk laporan Kementerian Perdagangan, ekspor Februari 2017 mencapai US$ 12,6 milliar atau turun 6,2% dibanding bulan sebelumnya (MoM), namun masih meningkat 11,2% dibanding Februari 2016 (YoY). Adapun nilai kumulatif ekspor yang berhasil dibukukan pada periode Januari-Februari 2017 mencapai US$ 26,0 miliar atau meningkat 19,2% (YoY). Peningkatan ekspor tersebut didorong oleh peningkatan ekspor nonmigas sebesar 20,1% (YoY), sementara ekspor migas pada periode yang sama hanya tumbuh 11,2% (YoY).
Ekspor nonmigas Indonesia selama Januari-Februari 2017 ke beberapa negara mitra dagang masih menunjukkan performa positif. Beberapa negara yang berkontribusi terhadap peningkatan ekspor nonmigas pada periode tersebut yaitu RRT yang tumbuh 58,8% (YoY), India (76,4%), Filipina (57,3%), dan Federasi Rusia (94,6%).
Dalam rilis resmi yang diterima InfoSAWIT, produk ekspor nonmigas Indonesia yang nilai ekspornya naik signifikan pada Januari-Februari 2017, antara lain besi dan baja (123,8% YoY); bahan kimia organik (73,4%); minyak sawit (60,0%); berbagai produk kimia (67,4%); karet dan barang dari karet (59,6%); batu bara (42,5%); serta kopi, teh dan rempah (28,3%). Peningkatan nilai ekspor komoditas nonmigas yang relatif signifikan tersebut merupakan dampak kembali bersaingnya harga komoditas dunia. (T2)










