INFO SAWIT, KETAPANG – Setelah setahun program itu dijalankan, saatnya program Desa Siaga Api dilakukan evaluasi kinerja, guna melihat seberapa efektif 8 Desa Siaga Api binaan PT Agrolestari Mandiri dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan.
Dikatakan panitia penilaian Desa Siaga Api, Herman Teguh Widodo dari PT SMART Tbk., evaluasi Desa Siaga Api telah dilakukan secara berkelanjutan dalam waktu selama periode Januari sampai Desember 2016. Penilaian dilakukan berdasarkan pada pelaksanaan program-program Desa Siaga Api, misalnya sebaran hotspot, kegiatan pembukaan lahan dengan membakar atau tidak dan efektivitas kinerja Masyarakat Peduli Api.
Lebih lanjut tutur Herman Teguh, pelaksanaan penilaian itu dilaksanakan sepanjang 19-21 Desember 2016 dengan melibatkan tim penilai dari Dinas Perkebunan Kabupaten Ketapang, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Nanga Tayap, lembaga adat termasuk perwakilan dari manajemen PT Agrolestari Mandiri, unit usaha PT SMART setempat di Kalbar.
Penilaian dilakukan secara ketat, dengan rentang penilaian 1 hingga 100 poin. Dari hasil evaluasi yang dilakukan tim penilai, Desa Simpang Tiga Sembelangaan tercatat menjadi desa dengan point tertinggi alias hampir tidak ada diketemukan kejadian kebakaran lahan di wilayah desa tersebut, dengan nilai mencapai 99,5 poin.
Disusul diposisi kedua diduduki Desa Lembah Hijau 2 dengan nilai 99,3 point, lantas pada posisi ketiga ditempati Desa Lembah Hijau 1 dengan nilai 98,3 point. Selanjutnya Desa Sungai Kelik dengan nilai 95,8 point, Desa Tajok Kayong dengan nilai 89,1 point, Desa Siantau Raya dan Desa Tanjung Medan dengan nilai masing-masing 87,9 point. Dan terakhir Desa Nanga Tayap dengan nilai 85,2 point.
Dengan demikian, dari kedelapan Desa Siaga Api yang telah dicetuskan tahun lalu dinyatakan seluruhnya mendapatkan bantuan infrastruktur sosial senilai Rp 100 juta dari PT SMART. Bantuan ini merupakan bentuk insentif perusahaan terhadap keberhasilan masyarakat desa sekitar perkebunan dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan.
Tidak berbeda jauh dengan di Kalbar, 9 Desa di Jambi yang merupakan desa binaan PT Bahana Karya Semesta (BKS) dan PT Primatama Kreasimas (PKS) unit usaha PT SMART lainnya, lantaran selama 2016 lalu berhasil menekan risiko kebakaran hutan dan lahan di desa masing-masing berkat kesadaran dan dukungan penuh warga desanya setelah mengikuti pelatihan pencegahan kebakaran, memperoleh infrastruktur dasar penanggulangan kebakaran dan membangun mekanisme deteksi dini dalam penanggulangan kebakaran. Atas capaian desa-desa tersebut, maka seluruh desa memperoleh penghargaan (reward dalam bantuan infrastruktur sosial yang diharapkan bermanfaat bagi kesejahteraan warga desa.
Kesembilan desa tersebut 8 desa berada di Kecamatan Air Hitam diantaranya, Desa Desa Dusun Baru, Desa Lubuk Kepayang, Desa Jernih, Desa Semurung, Desa Lubuk Jering, Desa Mentawak Baru, Desa Mentawak Ulu dan Desa Pematang Kabau, dan satu desa di Kecamatan Pauh yaitu Desa Kasang Melintang.
Kepala Desa Lembah Hijau 2, Tri Gunawan menuturkan, dana bantuan yang didapat desanya bakal dipergunakan untuk memperluas gedung balai pertemuan desa yang saat ini masih memiliki tempat yang terbatas. “Rencananya untuk memperbaiki gedung balai pertemun desa biar lebih luas,” katanya kepada InfoSAWIT, belum lama ini di Desa Lembah Hijau 2.
Diakui Tri Gunawan, dengan adanya program Desa Siaga Api dan membentuk Masyarakat Peduli Api, telah membantu mencegah terjadi kebakaran lahan dan hutan, padahal sebelumnya setiap tahun di wilayah tersebut acap terjadi kebakaran lahan. “Sebelumnya setiap tahun mesti ada kebakaran lahan, namun saat ini kami mampu untuk mencegahnya, kedepan kami akan terus berusaha untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan,” katanya. (T2)










