Berita Lintas
sawitbaik

KEBUN SAWIT MEMBANGUN DAERAH PELOSOK



KEBUN SAWIT MEMBANGUN DAERAH PELOSOK

Perkebunan kelapa sawit seringkali berada di daerah pelosok dan tertinggal. Keberadaannya juga minim akan sarana dan prasarana yang memadai. Wajar, bila keberadaan perkebunan kelapa sawit, juga menjadi bagian dari pembangunan ekonomi di daerah. Seperti keberadaan pembangunan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi.

Tiba di Bandara Sultan Thaha, Jambi, hanya memerlukan perjalanan selama satu jam via udara dari bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Waktu tempuh perjalanan yang terbilang cukup cepat ini, tentu saja menjadikan Provinsi Jambi, sebagai daerah yang memiliki mobilitas tinggi akan perjalanan via udara dari Pusat Ibukota, Jakarta.

Provinsi Jambi  telah dikenal sebagai produsen karet sejak dahulu kala. Namun keberadaan perkebunan karet, yang sebagian besar dimiliki petani rakyat ini, selalu mengalami pasang surut harga jual. Alhasil, Provinsi Jambi juga mengalami banyak penggantian jenis perkebunan, dari kebun karet berubah menjadi kebun kelapa sawit.

Menurut Plt Camat Maro Sebo Ilir, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, Sanusi, perkebunan kelapa sawit memang dikenal sebagian besar masyarakat memiliki daya tahan lebih baik dibandingkan kebun lainnya, seperti kebun karet. Terlebih, perawatan dan pemanenannya, jauh lebih mudah dan memberikan keuntungan hingga 25 tahun dalam satu siklusnya.

Keunggulan kebun kelapa sawit itulah yang telah menyebabkan masyarakat di daerahnya, lebih condong memilih untuk melakukan budidaya kelapa sawit. Bahkan, ada beberapa orang di wilayahnya, mengganti jenis tanaman kebunnya menjadi kelapa sawit.

“Masyarakat sekitar sini, lebih memilih menanam kelapa sawit di kebun miliknya ketimbang jenis tanaman lainnya,” kata Camat Maro Sebo Ilir, Sanusi kepada InfoSAWIT.

Pilihan masyarakat yang ingin menanam kelapa sawit itu memang menjadi bagian dari dinamika perkebunan di Provinsi Jambi. Pasalnya, masyarakat lebih percaya akan pengalaman teman-temannya yang sudah terlebih dahulu memiliki kebun sawit. Dimana, kesejahteraan kehidupannya, sebagian besar lebih sejahtera dibandingkan yang lainnya.

Salah satunya, didapat dari cerita  . . .