INFO SAWIT, KUALA PEMBUANG – Saat ini sekitar 4.000 petani kelapa sawit swadaya dengan luas lahan sekitar 8.000 hektare di Kabupaten Seruyan sudah dipetakan. Pemetaan ini dilakukan Yayasan Inovasi Bumi (Inobu).
Menurut Direktur Yayasan Inobu Joko Arif, pemetaan ini merupakan proses mendukung kebun kelapa sawit milik masyarakat untuk disertifikasi sesuai dengan standar nasional maupun internasional dan berorientasi kebun berkelanjutan. “Jumlah tersebut adalah sekitar 86 persen dari seluruh petani swadaya kelapa sawit di Seruyan,” kata Joko belum lama ini dilansir prokal.co.
Lebih lanjut kata Joko, pada pertengahan 2017 ini ditargetkan semua petani swadaya di Seruyan sudah dipetakan. Sedangkan target keseluruhannya adalah pada tahun 2019-2020 sudah mulai ada petani yang tersertifikasi di Kabupaten Seruyan.
Dengan adanya kegiatan ini harapannya para petani kelapa sawit di Kabupaten Seruyan dapat memproduksi minyak kelapa sawit yang kualitas dan mekanismenya sama dengan kualitas pabrik. “Nanti setelah dipetakan semua, langkah selanjutnya adalah pemberdayaan. Pemberdayaan ini dimulai dari pembangunan organisasi dan pelatihan,” ujarnya.
Joko mengharapkan rencana ini bisa membantu dalam meningkatkan produktivitas hingga sertifikasi seperti Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) ataupun Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Sementara itu Bupati Seruyan H Sudarsono mengatakan, pemetaan yang dilakukan agar kebun kelapa sawit milik masyarakat bisa disertifikasi adalah proses yang memang harus ditempuh. (T2)










