Berita Lintas
sawitbaik

Sawit Watch Mempertanyakan Kredibilitas Guru Besar Ilmu Kehutanan IPB



ilustrasi kebun sawit
Sawit Watch Mempertanyakan Kredibilitas Guru Besar Ilmu Kehutanan IPB

INFO SAWIT, JAKARTA – Direktur Eksekutif Sawit Watch, Inda Fatinaware menanggapi hasil penelitian tersebut dengan mempertanyakan kredibilitas dari peneliti dan hasil penelitian tersebut. Menurut Inda, luar biasa sekali, sekelas Profesor sudah mengambil kesimpulan bahwa Sawit bukan faktor penyebab deforestasi hanya berdasarkan sample dari satu provinsi, yakni Provinsi Riau di di Kabupaten Kampar, Kuantan Sengingi, Pelalawan dan Siak.

Merujuk pada data Statistik Perkebunan Indonesia 2014-2016 yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Perkebunan, Riau memiliki luas perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia dengan total luasan 2.290.736 ha. Dari total luasan ini, perkebunan besar swasta memiliki luasan 847.331ha, perkebunan negara 85.586 ha dan perkebunan rakyat 1.357.819 ha.

Lebih lanjut kata Inda, perkebunan kelapa sawit di Indonesia bukan hanya di Riau saja, dari Aceh sampai dengan Papua, sekarang berlomba-lomba menanam sawit dengan dukungan penuh dari pemerintah. Sample dari satu provinsi digeneralisasi untuk semua perkebunan sawit bukan penyebab deforestasi. “Maka wajar jika kami mempertanyakan kredibiltas peneliti dan  hasil penelitiannya,” katanya dalam rilis yang diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Inda pun merasa hasil penelitian ini ambigu, satu sisi mengatakan bukan kawasan hutan tapi disisi lain mengakui, bahwa sekian persen adalah eks/bekas kawasan hutan. “Hasil ini kan sedikit lucu dan yang melakukan adalah Guru besar Ilmu Kehutanan, bukan orang sembarang,” jelas Inda. (T2)